Story cover for Deepheart by Mystoriestake27
Deepheart
  • WpView
    Membaca 24
  • WpVote
    Suara 3
  • WpPart
    Bagian 1
  • WpView
    Membaca 24
  • WpVote
    Suara 3
  • WpPart
    Bagian 1
Bersambung, Awal publikasi Mar 24, 2016
Aku tau kalau dia adalah seorang pembohong.Bagaimana tidak?dia bahkan berkata kepada Ibu Ellie bahwa aku telah mencuri Headphone-nya.
Hah!Saat aku dimarahi oleh Bu Ellie dengan mudahnya saja aku berkata "Kuharap sekolah ini sekolah internasional agat semua murid termasuk yang paling jelek pun..bisa membawa Headphone." Bu Ellie pun sadar pastinya dan dia memarahi Amy.Perkenalkan,namaku Stain.Aku sekolah SMP di Smart and Polite Junior High School.Untuk kalangan seorang anak sepertiku,aku selalu terbully oleh anak-anak nakal.Tingkah laku mereka yang macam-macam padaku,tak jarang kubalas dengan perkataan dan perbuatanku sampai mereka diam dan skakmat.Aku lunya seorang teman.Dia bernama Freddy.Dia anak yang berprestasi si bidang olahraga.Dia juga anak kalangan kelas atas.Dan seorang cewek misterius bernama Saphire.Aku juga bertemu dengannya saat SD dulu.Aku akan menuliskan ceritaku disini..
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Deepheart ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 7
THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL  cover
Love School {Proses Revisi} cover
Kenapa Harus Indah [FIKSI] cover
TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)  cover
Little Princess [END] cover
Hypocritical (Zeedel) cover
laut Tolong Bawa Aku Pulang  cover

THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL

16 bab Bersambung

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."