5 Ribu

5 Ribu

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 26, 2016
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Dingin , Pukul 04:30 subuh, dengan lantunan adzan " allah hu akbar allah hu akbar" terdengar tak asing di telingaku ,aku duduk di atas kasur yang mulai lapuk di lahap umur. Hari yang sama seperti kemarin, penuh dengan kecemasan menghadapi pengalaman baru. Aku lahir di keluarga yang tak kaya ataupun miskin , ya berkecukupan, malah sering menghamburkan sebagian rezekinya. Kebebasan menyelimutiku pagi ini , *KuMenarikNafas, Ku Hirup aroma embun dapur Yang mulai berbau bumbu racikan Pedas yang mulai perih perlahan. Yang ku harapkan hanya kebebasan, Tanpa Materi, Untuk itu .... Tanpa Hina Walau hakikatnya Manusia selalu Hina. *kuBerdiripelanUntukBerwudhuDanShalat.
All Rights Reserved
#64
berpetualang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Bangkitnya Elemen Cahaya
  • Sky Train [END]
  • My Home [Hujan Series]
  • REVANARA
  • The Essence Of The World : Thunderstorm (Book 1)
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Di Ujung Langkah (Sudah Dibukukan)

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines