Last Letter To His

Last Letter To His

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 25, 2016
Namaku nadin aku sekolah di smpn 165,aku memiliki kepribadian pendiam dan suka menyendiri Pada waktu itu aku melihat seorang lelaki bernama indra,dia memiliki wajah yg tampan,cool dan sikap sopan dan romantis Indra mengikuti eskul basket dan dia cowo terkeren di sekolah gue,hazeek Disaat jam istirahat gue dan kedua temen gw bernama osna dan odah,gw dan kedua temen gw pergi ke kantin buat makan siang.disaat gw lagi jalan kearah tukang gado gado gasengaja gw nabrak es teh yg dipegang indra dan akhirnya tumpah dan pada saat itu gasengaja maen tatap tatapanasssik. Dan setelah 15 menit tatap tatapan indra pun akhirnya berbicara juga dehdan dia bilang "Maaf ya din!" "Iya ndra gapap ko lagian gue juga sih yg ga hati hati" "Oh ya lu mau kemana?" "Gue pengen beli makan ndra" "Klo gitu kita bareng aja makannya" "Oke gapapa" Dan gue indra pun makin deket dan disaat hubungan pertemanan gue dan indra berjalan baik,tiba tiba ada seseorang perempuan datang menghampiri gue dan indra,dan orang n
All Rights Reserved
#790
surat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puisi Kegagalan
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • TOILOVE : TAEHYUNG (COMPLETE!)
  • my story
  • Naughty Nanny
  •  Cuman Kebetulan
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • KOSTAN JANUARTA
  • Silent, Please! (Re-up)

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines