Last Letter To His

Last Letter To His

  • WpView
    Leituras 41
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, mar 25, 2016
Namaku nadin aku sekolah di smpn 165,aku memiliki kepribadian pendiam dan suka menyendiri Pada waktu itu aku melihat seorang lelaki bernama indra,dia memiliki wajah yg tampan,cool dan sikap sopan dan romantis Indra mengikuti eskul basket dan dia cowo terkeren di sekolah gue,hazeek Disaat jam istirahat gue dan kedua temen gw bernama osna dan odah,gw dan kedua temen gw pergi ke kantin buat makan siang.disaat gw lagi jalan kearah tukang gado gado gasengaja gw nabrak es teh yg dipegang indra dan akhirnya tumpah dan pada saat itu gasengaja maen tatap tatapanasssik. Dan setelah 15 menit tatap tatapan indra pun akhirnya berbicara juga dehdan dia bilang "Maaf ya din!" "Iya ndra gapap ko lagian gue juga sih yg ga hati hati" "Oh ya lu mau kemana?" "Gue pengen beli makan ndra" "Klo gitu kita bareng aja makannya" "Oke gapapa" Dan gue indra pun makin deket dan disaat hubungan pertemanan gue dan indra berjalan baik,tiba tiba ada seseorang perempuan datang menghampiri gue dan indra,dan orang n
Todos os Direitos Reservados
#11
terakhir
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Naughty Nanny
  • KOSTAN JANUARTA
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Miracle (SELESAI)
  • East sky first love
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • AZKA
  • Farel Dan Bella
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }

"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo