Story cover for Love Transcends Time by Initial_I
Love Transcends Time
  • WpView
    Reads 584
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 584
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Mar 25, 2016
Mungkin kita pernah mengalami  penyesalan pada masa lalu dan berharap bisa kembali ke masa itu untuk merubah masa kini maupun masa depan.

sama halnya dengan alur cerita ini alkisah ada seorang pemuda yang sangat mengagumi seseorang lamban laun ke kaguman pria tersebut berubah menjadi cinta.
Akan tetapi walau cintanya tumbuh semakin dalam sang pria tidak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaan nya dan lebih memilih memendam cinta dari pada mendengar jawaban yang menurut nya akan membuat hatinya terluka.
bagaikan sebuah kacang yang ahirnya kulit dan isinya akan berpisah, begitupun kisah mereka pria tersebut ahirnya di liputi penyesalan yang amat mendalam karena tidak dapat mengungkapkan perasaan nya sebelum ajal menjemput sang gadis tersebut.
Di liputi kepedihan, pria itu mendapat keajaiban di mana dia dapat balik ke masa lalu untuk merubah takdir nya bersama sang gadis apakah takdir yang membelenggu mereka dapat berubah atau tidak ?
All Rights Reserved
Sign up to add Love Transcends Time to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
H-30 (Freenbecky)  by linabecbec
39 parts Complete Mature
Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.
You may also like
Slide 1 of 8
H-30 (Freenbecky)  cover
Sporty Girl vs Gossip Girl cover
SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT) cover
ICHALI cover
KEBAHAGIAAN DALAM MIMPI cover
Soul From The Past[END] cover
My Sweet Enemy  cover
AMERTA : The Last Embrace cover

H-30 (Freenbecky)

39 parts Complete Mature

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.