Nostalgia

Nostalgia

  • WpView
    Reads 231
  • WpVote
    Stimmen 65
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossene Geschichte So., Apr. 3, 2016
WpInfo
Belletristik
Romantik
Marshall Danendra Ricardo, seorang yang tidak pintar, sangat brutal, ia merupakan sosok yang baik terhadap banyak cewek, tetapi tidak mudah untuk mencintai seseorang. Anindya Shirina Anggraini adalah seorang gadis pintar, penurut kepada orang tuanya, rajin, dan sangat tidak suka dengan cowok yang brutal. Mereka mempunyai sikap yang jauh berbeda. Banyak yang mengibaratkan mereka bagaikan langit dan bumi. Mungkin sama dengan ibarat itu, Anindya tidak akan tertarik kepada Marshall, bagaimanapun cara Marshall untuk mendapatkan hati Anindya. Tapi siapa yang tau jika semua itu berubah 180 derajat dari perkiraan kita semua karena keadaan yang mengubahnya.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Amor Almira
  • Mustahil Ku Hidup Denganmu
  • Relationshit
  • Ephemeral
  • Salsa
  • PELENGKAP HIDUPKU
  • FIERCE GIRL

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien