SCENARIO TUHAN

SCENARIO TUHAN

  • WpView
    Reads 81,494
  • WpVote
    Votes 3,813
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Fri, Nov 17, 2017
Kematian pasti akan menjemput kita entah kapan dan dimana. Namun sebelum kematian menjemput, kebahagian pasti akan datang, walau terkadang kebahagiaan bisa terjadi sesaat bahkan sekedar pura-pura. Sebuah rasa yang harus direlakan untuk sosok sahabat yang dari dulu selalu hadir dalam hidup dan membuat cerita indah penuh kenangan. "Prilly, Lo sayang 'kan sama gue?" jadi lo harus relain gue bahagia sama yang lain. Please jangan usik kebahagiaan gue." Kata itu terus terngiang dalam benak Prilly yang begitu mudah terlontar dari mulut Ali. Entah apa yang sedang terjadi, Prilly enggan mencari tahu. Ia sudah terlanjur sakit hati pada Ali. Apakah yang sebenarnya telah terjadi? Cinta akan hadir disetiap masa , namun bagaimana jika cinta yang datang memaksa untuk memilih, menjaga atau melepaskannya?
All Rights Reserved
#8
alprill
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inginku Memilikimu
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • SAME LOVE
  • About Us and Love
  • Beautiful Disaster
  • Fragile
  • Sixth Sense (Tersedia Versi Cetak)
  • Stay (Away)
  • Strength In The Heart
  • Power Of Love

Walaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersirat ada rasa keKECEWAan. Namun demi membuatku tersenyum, kamu mengeluarkan beribu cara untuk menyembunyikan semua itu. Maafkan aku! Aku tidak tahu! Sumpah! Aku tidak mau salah memilih lagi! Aku tidak rela kamu bersama yang lain. Mungkin aku egois, karena hati. Hati aku yang selalu menuntunku untuk memilihmu. Prilly. Sungguh, aku sudah tak kuat menerima kenyataan ini. Dia sudah bahagia! Tapi aku tetap mengharapkannya! Kenapa Tuhan! Kenapa Engkau mengirim aku hanya untuk menjaganya, bukan memilikinya! Aku ingin menangis menyaksikan semua ini! Tapi aku tak mau terlihat lemah. Aku harus kuat. Tapi, saat dia menceritakan apa yang terjadi hari ini dengan senyum riangnya, ya? Aku senang. Apakah aku harus rela melepaskannya untuk orang lain yang disukainya?! Aku tak rela Tuhan! Aliando.

More details
WpActionLinkContent Guidelines