Dear sherlin

Dear sherlin

  • WpView
    Reads 282
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 22, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan lihatkan itu!" Ucapku terhadap sebuah pisau tajam yang digenggam oleh sherlin. "Kamu harus bisa sembuh sya." Jawabnya sambil menghadapkan pisau itu. "Aku bilang jangan Lin, aku takut kalo nanti aku kumat." Ucap ku keras menahan rasa sakit karna tak tahan melihat pisau tajam itu. Seketika aku langsung menghapiri sherlin dan merampas pisau tajam itu tanpa sadar dan tiba2 saja tangan ku langsung menusukkan pisau itu tepat di perutnya, dan disitu hasyaratku langsung puas dengan semuanya. Akan tetapi setelah sadar, seketika air mataku jatuh berderai melihat sherlin sahabatku terbujur kaku tepat di Hadapanku sambil berlumuran darah di perutnya. By@cely2805 #wattsindicate2016 #indonesiacerita
All Rights Reserved
#109
2016
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enough [Hiatus]
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • [Completed] A Letter
  • You Are Mine Ms.Nelson
  • Thoughts of Mine
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • My Horror •Irror•

Highest rank #163 in mystery "Teror ini bukan berasal dariku, tapi ketakutanmu!" -si Misterius Reva Kenedith Greyson hanyalah gadis biasa. Kepindahannya dari rumah sang ayah, membuat perubahan besar dalam hidupnya. Dirinya yang sudah lama 'terisolasi' dari dunia luar kini terpaksa harus membuka dirinya. Sebagai putri seorang sheriff, ia harus menerima segala tekanan dari orang-orang akan dirinya. Hal itu membuatnya benci akan profesi sang ibu sebagai sheriff. Dan di waktu yang sama ia harus menjalankan profesi yang ia benci itu, untuk mengungkapkan teror si misterius terhadap dirinya. Semua itu bermula karena ketidak sengajaan Reva menemukan buku harian misterius. Dan setiap ia membuka lembar demi lebar halamannya, maka disaat itu pula tabir kelam terbuka kembali dari masa-nya. Tabir kelam yang sudah lama tertutup rapat bersama buku itu. Dan kini ia harus memilih, ~mengungkap tapi mati atau hidup dalam teror~ • [Tahap Revisi, alur yang sama tapi gaya cerita yang berbeda]

More details
WpActionLinkContent Guidelines