Story cover for Pluviophile by Sifisah
Pluviophile
  • WpView
    LETTURE 0
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
  • WpView
    LETTURE 0
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
In corso, pubblicata il mar 26, 2016
Pluviophile adalah sebutan bagi orang-orang yang menyukai hujan.  Entah karena apa aku sangat mrnyukai hujan,  tapi yang jelas aku merasa hujan adalah bagian dari hidupku.  Aku merasa bahagia tiap kali hujan turun, aku bisa tertawa dan menari di bawah guyuran air dan aku juga bisa menangis bersamanya tanpa harus terlihat seperti sedang bersedih. Aku juga bahagia karena hujan membuatku bertemu dengan Dia,  orang yang tiba-tiba datang dihidupku,  tanpa aku duga.  Bahkan takdir juga tak pernah bercerita,  dia akan jadi orang yang justru membuatku benci dengan hujan.  Sejak saat itu,  untuk pertama kalinya.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Pluviophile alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
THE RAIN NEVER ASKED WHY (TAMAT) cover
RAIN.     cover
My Cold Boy (Tamat) cover
Haters and Lovers of Rain [END] cover
Rain cover
ALEA (COMPLETE) cover
INTUISI [END] cover
PLUVIOPHILE cover
Two Love One The Heart [On Going] cover
SAGAZIELL [ Selesai ] cover

THE RAIN NEVER ASKED WHY (TAMAT)

31 parti Completa

Kehidupan itu seperti hujan, datang dan pergi tanpa permisi. Ia tak pernah bertanya, "Kenapa?" Banyak manusia yang memilih berhenti bertanya, karena mereka tahu, terkadang rasa sakit memang tidak perlu dicari alasannya. Ia hanya ada, mengalir, dan meninggalkan bekas yang tak bisa dihapus. The Rain Never Asked Why mengisahkan perjalanan seorang individu dalam mencari jati diri, cinta, dan arah hidup. Dalam setiap pertemuan, ada yang datang hanya untuk mengajarkan kita tentang kehilangan, dan ada pula yang datang untuk memberi harapan baru. Namun, manusia datang dan pergi, seperti hujan yang tak pernah berhenti turun. Ada kalanya kita hanya perlu mengikhlaskan kepergian, agar bisa membuka diri untuk orang-orang baru yang akan datang dalam hidup kita. Begitu seterusnya, pola yang berulang, namun selalu membawa pelajaran yang berbeda. Tak ada yang tahu kapan atau di mana pertemuan akan dimulai-seperti hujan yang turun tanpa peringatan. Semua datang silih berganti, meninggalkan jejak yang terkadang sulit dipahami. Namun, yang bisa kita lakukan adalah menerima, tanpa bertanya kenapa. Karena hidup, seperti hujan, mengalir dengan caranya sendiri.