The Last Descent

The Last Descent

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 9, 2017
The end of the world Benar atau salah adalah hal yang fleksibel . Kenapa ? Karena pada dasarnya benar atau salah itu hanya terlihat benar atau akan terlihat salah darimana kau melihatnya .. " elisa kau bukanlah anakku , kau adalah monster namun terlihat seperti malaikat karena kami yang mengubahmu " " elisa kau adalah malaikat kami tapi kau berubah menjadi sosok yang menghancurkan kami .. karena mereka . Kau dijebak elisa jangan percaya mereka " " nak .. kau bisa mengubah takdirmu dengan memilihnya jangan berusaha untuk mengikuti takdir karena pada dasarnya takdirlah yang mengikutimu . takdir adalah sebuah pilihan nak pilihlah takdir yang dapat membuatmu menjadi dirimu sendiri " Benar akan terlihat salah jika kau melihatnya di arah yang salah . Salah akan terlihat benar jika kau melihatnya ditempat yang benar . Tidak peduli benar atau salah yang penting kau hidup didalam hidupmu dan kau bernafas dengan paru parumu sendiri ...
All Rights Reserved
#625
wizard
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Quant (On Going)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • A Wallflower Love Story (AWLS)
  • Whisper Of Destiny
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Magic Academy (END)
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Javas Drexzer [END]
  • CINTA UNTUK ALYA

Pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri... "Apa hakikat kebenaran, jika setiap sudut pandang melahirkan kenyataan yang berbeda?" Pernahkah kau bertanya... "Seperti apa rasanya menjadi lebih dari orang lain, ketika dunia sendiri tak mampu menanggung beban kekuatan itu?" Pernahkah kau bertanya... "Adakah cinta sejati di dunia ini, ataukah ia hanya ilusi yang bertahan sepanjang waktu?" Ketika batas antara sains dan takdir memudar, kami menemukan bahwa dunia yang kami kenal hanyalah serpihan kecil dari kebenaran yang lebih besar - dan kami bukanlah sekadar anak-anak biasa. Di persimpangan waktu dan ruang, di mana kemungkinan bercabang tak terhingga, satu pertanyaan terakhir tersisa: Apakah manusia mengendalikan nasib, ataukah mereka hanya boneka dari hukum alam yang tak terjamah?

More details
WpActionLinkContent Guidelines