When London Unites Us

When London Unites Us

  • WpView
    LETTURE 1,055
  • WpVote
    Voti 56
  • WpPart
    Parti 11
WpMetadataReadCompleta dom, apr 24, 2016
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Aku hanya seorang gadis biasa yang berusia 15 tahun,tetapi Papaku memindahkanku ke London dengan sebuah alasan mendapatkan pendidikan yang terbaik.Hari pertama di London bukanlah hari yang indah,aku ditabrak seorang cowok di dekat Big Ben,dan dia adalah anak dari sebuah keluarga yang akan menjadi keluargaku di London. Hari hari pertama kami menjadi sebuah musuh,apa lagi saat dia mengenalkanku kepada teman temanya sebagai pacar.Dan aku yang menjadi siswa baru harus di buly dan dimusuhi,itu karena cowok menyebalkan itu adalah cowok famous di sekolah dan menjadi kejar kejaran para cewek di sekolah. Hari hariku semakin memburuk karena Papa akan menjodohkanku dengan seorang pria yang tak pernah ia sebutkan namanya.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • "True Love"
  • Tentang Rasa (TAMAT)
  • mister jutek i miss u
  • AKU MENIKAHI KEKASIH SAHABATKU
  • cinta tak kau anggap (end)
  • Tentang Kamu
  • Keyvandra
  • Bitter Life Him
  • Forever

Perkenalan: Namaku Janey, aku tinggal di Kota Menara Eiffel, Paris. Aku tinggal bersama orangtuaku dan adik laki-lakiku, Darrel, yang berumur 16 tahun. Besok daddy akan dinas di London. Dan karena itu, aku harus pindah kuliah ke sana. *Janey POV* Hari ini aku sangat semangat karena ini hari pertamaku kuliah di salah satu universitas terbaik dunia yaitu UNIVERSITY COLLEGE OF LONDON. Aku tidak tahu hal apa yang bisa membuatku masuk ke universitas ini, yang jelas aku merasa sangat senang dan beruntung sekali. *SKIP* "Terimakasih pak," ucapku kepada supir yang mengantarkanku sekolah. Aku turun dari mobil dan mulai melangkahkan kakiku menuju gerbang yang sangat tinggi. Saat aku berjalan, aku merasa sangat aneh karena hampir seluruh mahasiswa yang aku lewati menatapku tajam. Aku menghilangkan pikiran negatifku lalu menghiraukan mereka semua dan mulai melanjutkan langkah kakiku menuju ruang kelas fakultas seni. Aku membuka pintu kelas dan... "Awww!!!..."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti