Black Suit, Black Heart

Black Suit, Black Heart

  • WpView
    Reads 1,860
  • WpVote
    Votes 396
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 20, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo lagi lo lagi. Mau lo tuh apa sih?!" "You. That's all I want" Seorang pria berperawakan gagah dengan pakaian kantornya, berhadapan dengan seorang gadis SMA dengan seragam sekolahnya. Suasana hari itu yang dingin, dingin karena tatapan intens dari keduanya. Seolah tak ada yang ingin mengalah, keributan itu pun semakin berlarut hingga muncul lah sorot lampu dari arah samping yang menghentikan keduanya dan berakhir dengan air mata penyesalan. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Hi guys! Setelah baca jangan lupa vote dan comment ya, kalian adalah penyemangatku! Thankyou:)
All Rights Reserved
#8
suit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • LOVE AND REVENGE (Missing Piece) - VERSI I
  • Natasya And Senior Bad
  • Kita Yang Masing Masing
  • Cold Seniors •END
  • Cewek Culunku (Completed)
  • Bukan Lagi yg Pertama
  • Long Walk With You

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines