Kamu, kamu itu abu-abu
Sulit aku menebak apa yang ada di hati kamu
Aku memang gila.
Aku terlalu menyayangimu
Aku memilih melawan arus
Aku memilih mengejar
Aku memilih kamu
Perasaan ini jatuh di kamu
Keabu-abuan mu justru memberi warna pelangi di hidupku
Terkadang kamu melukiskan pink merona di hatiku
Terkadang merah yang kau warnai
Terkadang pula hitam yang kau beri
Jujur sampai saat ini, perasaanku sesungguhnya tetap memilih kamu
Meskipun kini kamu jauh,
Kini kamu menganggapku teman
Tapi aku bahagia karena pernah menjadi seorang yang kamu sayangi
Aku tidak tau kenapa hati ini memilih kamu
Karena tidak ada yang tahu arah hati ini menuju kemana
Aku bukan menuliskan puisi palsu, tapi ini bentuk ungkapan perasaanku
Aku sadar, aku tak mungkin mengatakan ini langsung padamu
Disini, aku mengatakan bahwa aku merindukanmu, aku masih menyayangimu
Cinta Pertamaku
Percaya atau tidak, tapi sungguh aku merasakan degup jantung yang sama ketika melihatmu saat pertama kali dan sampai saat ini