Misteri Buku Diary

Misteri Buku Diary

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 27, 2016
Sepulang sekolah Syila mengajakku untuk pergi ke toko antik dekat sekolah. "Aisyah kita pergi ke toko antik yuk!" seru Syila kepada sahabatnya Aisyah. "Emang mau apa kamu ke sana?" jawab Aisyah. "Ya, kita beli barang barang yang ada di sana soalnya aku belum berkunjung setiap hari entah kenapa dan mengapa aku selalu mencurahkan isi hatiku kedalam buku harian. Bisa dikatakan aku tidak pernah curhat kepada siapa pun bahkan orang orang terdekat." "meskipun dia sangat dekat. Menurut orang lain aku ini aneh karena tidak pernah mencurahkan isi hatinya kepada orang lain sangat pendiam itu kata orang lain tetapi mereka selalu memujiku karena aku pintar dalam pelajaran terutama pelajaran ips. Aku punya sahabat namanya Syila, Syila sangat mengerti keadaanku, paling hebat soal piling, cerewet kalau kasih nasihat tapi itu semua dia lakuin karena dia sayang sama aku. Ke toko itu." kata Syila. "Ahh kamu toko aja harus kamu kunjungi, kalau gitu ayo kita ke sana." kata Aisyah. Tunggu kelanjutannya..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Giant Baby [COMPLETED]
  • Kelas A [End]
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Davidson || END
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Ketos Milik Aqila
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Ada Cinta di Kota Gudeg

Satu sekolah gempar saat mengetahui pentolan sekolah ternyata sudah memiliki seorang kekasih, di tambah lagi dengan fakta yang ternyata kekasihnya adalah Sekretaris OSIS, membuat mereka semakin heboh. "Kok lo mau sih sama Keirlan? secara dia kan bertolak belakang banget sama tipe lo," ujar seorang teman sekelasnya pada Kimberly. Kimberly menatap teman sekelasnya bingung, "kata siapa?" tanyanya. "Kata yang lain, tipe lo kan modelan kaya David atau Gabriel gitu. Iya, kan?" Kimberly tertawa kecil. Gadis di depannya ini mana tahu sifat Keirlan di luar dan saat bersamanya sangat bertolak belakang. "Keirlan aslinya nggak seserem itu kok," balas Kimberly. "Ya, dia emang nggak serem kalo sama lo doang. Beda lagi kalo sama kita-kita," sahut salah satu sahabat Kimberly yang sedari tadi hanya menyimak. "Bener, tuh! gue cuma lewat samping dia aja udah merinding, auranya gelap banget gilak!" seru sahabat Kimberly yang lain. "Ih udah, nggak boleh ngomongin orang. Dosa, tau!" sela sahabat Kimberly yang satunya lagi sebelum pergibahan ini berlanjut dan menjalar sampai kemana-mana. Kimberly tersenyum tipis. Andai mereka tahu kalau sifat Keirlan itu sangat manja, pasti ketiga sahabatnya ini tidak akan pernah melihat Keirlan dengan tatapan takut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines