Akibat Mantra Sihir

Akibat Mantra Sihir

  • WpView
    Leituras 26
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mar 27, 2016
Aku sangat suka sekali dengan hal yang berhubungan dengan sihir" Kata Misa, sambil membetulkan letak kacamatanya yang sedikit bergeser, lalu mengerut-ngerutkan hidung, dengan wajah kemerahan dan pipinya yang menggembung ia terlihat seperti boo boneka kelinci miliknya. "Kau tau aku sudah membaca puluhan buku tentang sihir, aku juga punya buku tentang mantra-mantra sihir, "lanjutnya sambil mengkuncir rambut pirangnya "Ya kuharap kau tidak menyihir ku menjadi monster, karena aku bisa saja menjadi monster yang sangat gila karena mendengar celotehan-celotehanmu itu misa" Jawab Kurt sambil mengambil sepotong roti yang berada dimeja dan melahapnya sekaligus "hei kau memakan jatah kue ku...!!" Teriak misa ketus sambil memicingkan matanya "Kukira kau tak mau memakannnya karena sibuk dengan celotehanmu yang tak berguna itu" Jawab kurt sambil mengambil remote tv dan memindahkan acara tvnya
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Misi Kalisa (End)
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • Renjana
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • TIME will TELL {On Going}
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Save and Protect
  • About time [TAMAT]
  • Tentang karen (HIATUS)

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo