My Beautiful Fault

My Beautiful Fault

  • WpView
    Reads 175
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 28, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yg akan kau lakukan jika orang yang kau sukai menyukai sahabatmu sendiri? Mengikhlaskannya sambil berteriak kau tak apa? Lari lalu bersembunyi di balik hujan agar tangismu tak ketahuan? Atau.. Hmm.. Hal yg satu ini fatal sekali jika kau pilih sebagai jalan keluar. Hal yg sama dengan yg kulakukan saat ini. Memasang jarak pada keduanya. Ya! Itu yg kulakukan saat ini, dan agar tak ada yg curiga, aku juga menjauhi semua orang. Lari dari kenyataan katamu? Huh! Masa bodoh! Lebih baik memang memasang langkah seribu seperti itu bukan? Daripada memilih untuk menatap iri sahabat terbaikmu setiap saat. Sehingga duri itu tumbuh di hatimu. Menusuk setiap jengkalnya. Membunuhmu perlahan. Tetapi jangan salahkan aku jika kau kehilangan segalanya setelah kau menjauhi sahabatmu. Sudah aku katakan, itu sangat fatal. Kuingatkan kau untuk tidak melakukannya. Aku sedang memperingatkanmu. Sekarang, aku sudah memperingatkanmu. Maka, jangan lakukan hal itu. Lihatlah bahkan kau kuperingatkan berulang kali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Promise You But Not
  • Till I Meet You
  • UNREQUITED LOVE
  • You're Here, But Not For Me
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Hopeless

Tidak ada yang tak mungkin untuk kita bertemu. Ya, bertemu untuk menentukan siapa yang akan kupilih sejak kau meninggalkanku hanya karena kau merasa mengkhianati sahabat sendiri. Bahkan cemburu dengan sahabat baruku. Sungguh naïf sekali dirimu itu. Melangkahkan kaki di tempat yang sama. Tersenyum tanpa alasan saat melihatku. Dibalik topi ada wajah penyesalan? Aku rasa tidak sama sekali. Bahkan raut sedih pun tidak ada, senyum itu tidaklah tulus sebagai rasa persahabatan yang indah. Sungguh mudah untuk melukai, tetapi sangatlah sulit mengembalikan kepercayaannya kembali. Sebuah ruang menjadi saksi bisu, buku antalogi menjadi saksi bersalah atas semua ucapan kotormu mengenai diriku. Maaf, aku memang berjanji, tetapi tidak padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines