Psyshowpath

Psyshowpath

  • WpView
    Lecturas 18
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 29, 2016
WpInfo
Ficción
Terror
Etiquetasbrutalgore
Freed. Hanya 'Freed'. Itu adalah nama lengkapku sekaligus nama panggilanku dari sejak kecil sampai sekarang. Aku bergabung dengan mereka pasca pembunuhan berantai pada anggota keluargaku 2 tahun yang lalu. aku sempat minder pada Misil, Paman, juga Cody mengingat aku adalah orang terlemah diantara kami dalam segi kekuatan. Aku selalu kalah dan dipecundangi oleh lawan saat beraksi menegakkan keadilan. Aku sempat mengkhawatirkan ketidak bergunaanku bagi mereka rekan-rekan satu kelompok. Namun seiring berjalannya waktu, aku memiliki bakat terpendam yang tidak terdapat pada diri ketiga rekan ku. Untuk menyamarkan identitas saat memerangi musuh, aku selalu membalut tebal disetiap permukaan kepala layaknya Mummy. Ya. Benar. Dan mereka akan memanggilku "Mummy"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • TEOLOGI CINTA
  • Devon [END]
  • 30 Hari Menuju Kematian [✓]
  • l WILL KILL YOU { TAMAT }
  • fAkE
  • PESAN TANPA NAMA
  • My Nine Sisters
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • GABRIEL

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido