5 cerita Akhir Doraemon

5 cerita Akhir Doraemon

  • WpView
    Reads 7,165
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Mar 29, 2016
Autis Ending yang unpredictable, sekaligus mengecewakan. Dalam episode ini, dikisahkan Nobita adalah seorang anak yang mengidap autis. Seharian, ia hanya menghabiskan waktu di atas tempat tidur. Lalu bagaimana dengan Doraemon? Doraemon hanyalah tokoh imajinatif dari pikiran Nobita. Dan, semua seri yang ada dalam cerita Doraemon hanyalah imajinasi dari Nobita saja. Ending ini mendapat banyak protes dari penggemar. Ya, iyalah, siapa juga yang nggak kecewa setelah menonton Doraemon bertahun-tahun, tetapi endingnya mengecewakan kayak gini. 4. Baterai Habis Seperti cerita awal kebanyakan Doraemon, pada episode ini, dikisahkan Nobita pulang ke rumah sambil merengek-rengek ke Doraemon. Tetapi Doraemon hanya diam saja, dengan mata membuka. Akhirnya, Nobita menelpon Dorami dan Dorami berkata bahwa betari Doraemon sudah habis. Ada satu cara untuk menyadarkan Doraemon, yakni dengan mengganti baterainya. Tetapi jika cara ini dilakukan, Doraemon akan kehilangan semua ingatannya, termasu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Membaca takdirmu di bawah sinar rembulan
  • The Untold Story
  • Sebuah Penyesalan
  • ...Thank's for everything... (END)
  • Kutub Selatan vs Tornado :  AltAra [TAMAT]
  • Existence Manipulation

Mimpi terburuk Tobirama pastinya adalah melihat saudara-saudaranya mati. Semuanya. Sekali lagi. Tanpa bisa melindungi mereka. Atau menyelamatkan mereka. Tapi dia berhasil. Pertama Kawarama. Lalu Itama. Lalu... Izuna? Dan kemudian, setelah bertahun-tahun, Hashirama meninggalkannya juga... Hanya untuk Tobirama yang akhirnya berakhir di tempat dia memulai: Kembali sebagai seorang anak, Kawarama dan Itama di sisinya, Izuna di lawannya di medan perang... Semuanya dimulai lagi, tanpa cara untuk mengakhiri siklus itu. Dia mencoba. Sungguh. Dia membuat rencana, dia mencoba menyelamatkan orang-orang yang dia cintai. Bahkan mereka yang hampir tidak dia kenal dan mendapatkan banyak teman baru. Tapi dengan setiap kegagalan, lingkaran baru datang. Lagi, lagi, lagi, tanpa ada seorang pun untuk diajak bicara. Sampai... suatu hari, seseorang menawarkan bantuannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines