Inshaa Allah

Inshaa Allah

  • WpView
    Reads 695,995
  • WpVote
    Votes 41,970
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadComplete Tue, May 24, 2016
Percayalah pada Allah, maka tak akan ada lagi yg membuatmu kecewa.
All Rights Reserved
#1
inshaallah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ustaz Pondok Kepergok Cinlok [COMPLETED]
  • HALWA (Novel Religi)
  • S (END)
  • Ku Lupakan Kamu dengan Bismillah
  • Titik Terbaik | END
  • GARIS WAKTU [COMPLETED] √
  • Cinta dalam ikhlas (SELESAI)
  • Garis Takdir di Istanbul
  • Mendadak Ke Tarim
  • OM TENTARA SUAMIKU [On Going]

PINDAH KE DREAME Persahabatan yang terjalin tidak mampu membongkar rahasia kecil dari salah satu keempatnya. Karena terbungkus senyum kecil mempesona, irit bicara dan tidak peduli saat berpapasan dengan lawan jenis. Intinya menghindari pandangan, takut setan menggoda mendekati dosa. Jauh dari sifat sang teman, akhwat bernama Hilma Siti Fatimah adalah akhwat yang bisa dibilang barbar. Tidak peduli akan gamis yang dipakai, ia terbiasa ala kadarnya. Tidak seperti ketiga temannya yang meperhatikan penampilan, sampai cara berjalan. Semuanya sangat dihindari oleh Hilma. Sampai, Ustaz Hasbi terpancing diam-diam memperhatikan tingkah laku Hilma. Mengapa ada akhwat seperti itu? Di mana berpapasan dengan seorang ikhwan maka akhwat akan cepat merapikan penampilan, sedangkan Hilma sendiri bodoamat. Mau kerudungnya terbalik atau terlihat tidak rapi, ia masih fokus dengan makanan di tangan. Mengapa pewaris Pesantren Al-Fikri sangat ingin lebih jauh lagi mengenal Hilma? Padahal ada banyak akhwat yang menjaga penampilan dan pandangan dengan baik di pondok sana. Bagaimana respon Hilma sendiri tahu Ustaz Hasbi menilai apa yang dia lakukan? Apakah dia akan marah? Atau bahkan memilih keluar dari pondok?

More details
WpActionLinkContent Guidelines