Jangan Dibaca !!!

Jangan Dibaca !!!

  • WpView
    Reads 2,923
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Mar 28, 2016
Ceritanya bermula ketika untuk kesekian kalinya dia saya ajak main ke rumah. Awalnya seperti biasanya kami cuma cium-ciuman saja. Cium pipi, cium bibir, hal biasa kami lakukan. Entah setan apa yang lewat di benak kami. Tangan kami mulai berani meraba-raba bagian lain, sebenarnya tidak pantas dilakukan oleh dua insan yang belum menikah. Ketika tangan saya meraba payudaranya (kami masih berpakaian lengkap), dia sama sekali tidak menolak. Ini membuat saya sedikit lebih berani untuk meremas payudaranya sedikit lebih keras. Ternyata dia menikmatinya. Saya mencoba untuk melakukannya lebih jauh lagi. Kali ini tangan saya perlahan-lahan saya arahkan ke bagian selangkangannya. Dia masih tidak menolak. Saat itu dia memakai celana panjang dari kain yang tipis, jadi saya bisa merasakan lembutnya bibir kemaluannya. Tanpa saya sadari tangannya juga telah mengelus-elus selangkangan saya. Mungkin karena pikiran saya terlalu tegang, sampai-sampai saya kurang memperhatikannya. Kurang masuk akal memang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suami Sempurna 21 +
  • Calon Janda dan Tukang Fotocopy Jilid IV
  • HATI YANG TERSAKITI
  • Rahasia ku Bersama Suami Dari Tante ku
  • Pijat Syariah 2
  • DI DUAKAN KEMUDIAN AKU DI DEWIKAN
  • selamat pagi cinta

Dengan gerakan tiba-tiba Derek menarik kepalaku. Aku nyaris terjatuh kalau saja kedua tanganku tidak menggapai bahunya. Kami saling bertatapan. Bibir kami nyaris bersentuhan. Lalu, dia membenarkan posisi dudukku kembali. Aku ternganga saat melihat Claire dan Justin di depan kami. Derek mengusap bibirnya dengan punggung tangan seakan kami baru saja berciuman dan aku meninggalkan bekas lipstikku di bibirnya. Claire menatap Derek dan Justin menatapku. "Maaf, aku pikir kalian tidak datang. Aku dan Sarah sedang menikmati suasana malam ini." Derek tersenyum tipis. "Aku tidak percaya Derek yang aku kenal berani mencium seorang wanita di tempat umum." Justin duduk di depan Derek. "Ya, meskipun dia istrimu." "Di sini tidak ada orang." "Derek berani menciumku dimana pun." Semua mata tertuju padaku. "Emm, dia suami yang luar biasa. Dan bayi kami akan tumbuh menjadi anak yang penuh dengan kasih sayang dan cinta." Aku membelai perutku. Percayalah, isinya hanya kentang goreng.

More details
WpActionLinkContent Guidelines