Rainy Pain

Rainy Pain

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 17, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita tentang seorang gadis. Gadis yang berjuang hidup diakhir usianya. Gadis yang mengharapkan kematian datang menghampirinya. Gadis yang mengharapkan kedatangan sang malaikat maut. Tapi semua keinginanya pupus ketika secercah sinar menyelubungi hatinya. Membawanya keluar. Keluar dari rasa sakit dan kesunyian yang terbelenggu. Membuatnya sepenuhnya ingin berjuang untuk hidup bersama sang sinar yang membantunya bangkit. Rain sloanne gadis itu mencintai bagas pradipta teman pertama sekaligus cinta pertamanya. Rain sloanne gadis yang mencintai hujan begitu dalam sedalam bagas membenci hujan. Hujan yang membuat masa lalu bagas kelam tak bersinar. Copyright©2016.ShevaCarey Karya dilindungi hak cipta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Hujan
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Rannia√
  • Gold Digger Fall In Love
  • RAIN
  • Relang (Vrene Lokal) - END
  • K I R A
  • Love
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)

Aku hanya diam, dan orang lain lalu lalang. Aku berdiri di sudut sebuah terminal, menunggu bus yang akan mengantarku berangkat ke sekolah. Mungkin tak tepat juga dikatakan menunggu bus, karena bus yang menuju ke arah sekolah sudah dari tadi berangkat, dan aku melewatkan banyak bus, menunggu hujan reda. Bukannya aku tak suka hujan, aku hanya tidak membenci hujan. Biasa saja. Hanya air yang turun dari langit, itu saja. Tapi banyak orang yang menanggapi hujan dengan berlebihan, seperti yang ada di sekitarku sekarang. Terlihat seorang ibu-ibu yang membawa dagangan yang akan dijualnya di pasar repot menutupi barangnya agar tak kebasahan. Ada seorang bapak yang mondar-mandir dan memakai telepon genggamnya, sepertinya dia seorang bos suatu perusahaan, dia terlihat memaki-maki, bukan memaki orang yang ada di seberang telepon, tetapi memaki hujan. Hujan, kau mau apa sebenarnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines