Leia
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 30, 2016
Hidup dengan sesuatu yang tak kasat mata ternyata tidak seburuk itu.
All Rights Reserved
#61
josh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARSA DALANG
  • MORGAN
  • Perfect Mom, Perfect Wife
  • When The Villain Looks at Me [END]
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • Sera, in Another Beginning
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince
  • Perfect Antagonist (on going)
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back

"Di atas kelir, ia adalah penguasa napas bagi setiap raga kayu yang ia gerakkan. Namun di hadapan Iyan, mantra-mantranya luluh lantak tak bersisa." Raden sudah terbiasa memikul beban tradisi dan jampi-jampi sakral sebagai 'Raden' bagi jagat Padjajaran. Baginya, cinta hanyalah interupsi yang tak masuk dalam skenario Bah Ajat. Sampai sosok Iyan-pemuda yang enam tahun lebih muda darinya-datang dan mengacaukan seluruh frekuensi hatinya. Demi memikat sang pujaan hati yang ia panggil 'Fiyana', Raden rela menaruh seluruh reputasi dan keningratannya di atas meja taruhan. Tak peduli seberapa berat kutukan tradisi yang harus ia angkut di punggungnya, atau seberapa tajam persyaratan Bah Ajat yang menanti di depan mata. Bagi Raden, membiarkan Iyan tetap tersenyum adalah satu-satunya lakon yang harus berakhir bahagia. Karena di balik aroma kemenyan dan suara gamelan yang megah, ada sebuah sumpah yang ia bisikkan dalam sastra: Bahwa raganya adalah tameng, dan cintanya adalah takdir yang tak akan ia lepaskan. #Mpreg #bxb Bahasa Sunda (22 maret) Perubahan bahasa Sunda -> Indonesia (2 april 2026)

More details
WpActionLinkContent Guidelines