Story cover for Part1 by salsabilaayunda
Part1
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Mar 30, 2016
Aku mulai curiga dengan gelagatnya akhir-akhir ini. Sering melamun, menjauh dariku ketika mengangkat telefon dari seseorang yang rasanya tak ingin sekali untuk ku ketahui. Aku mencoba bersabar hingga aku tak mampu membendung rasa penasaranku. Entah apa yang ia sembunyikan, namun aku rasa ini akan mengancam pernikahan kami.

Aku menyibukkan diri di dapur setiap pagi seperti biasa. Menyiapkan sarapan suami dan putra-putriku yang masing-masing sarapan dengan menu berbeda. Setelah ku hidangkan semua sarapan untuk mereka, segera aku beranjak menengok keadaan devon dan lily. Kedua buah hatiku yang masing-masing berusia 6 dan 4 tahun.

"Kak devon, Adek lily dimana?" tanyaku yang baru menaiki setengah tangga dan mendapati putra sulungku tengah tersenyum jahil ke arahku. Apa lagi yang sudah dilakukan putraku itu kepada adiknya. Aku hanya mampu menggelengkan kepala ketika kudapati lily yang sedang menangis keluar dari kamarnya.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Part1 to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
"PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA" by xalah12
16 parts Complete
Angin yg berhembus lembut di pipi disertai dengan suara adzan subuh yg telah berkumandang yg membuatku terbangun dari tidurku dan langsung bersiap siap untuk mengambil air wudhu dan setelah itu aku langsung memakai mukenahku dan turun menghampiri keluargaku yg sudah menungguku di musholah rumah,tangga demi tangga rumah yg kuturuni membuat semua keluargaku melihatku ,aku tersenyum sipuh sambil merasa malu yg membuatku harus berjalan sedikit cepat karena azan yg sudah selesai dikumandangkan,kami pun langsung mengerjakan sholat subuh berjamaah.setelah sholat subuh kami pun langsung menyetor ayat al- quran sedangkan bunda dan kakak iparku menyiapkan serapan untuk kami . Ayah mengajari kami tajwid demi tajwid yg ada di dalam al-quran ,sedangkan adikku yg menjengkelkan itu mengejekku dari belakang ayah yg membuat ku geram dan ingin sekali memberi pelajaran padanya ,tapi...apa boleh buat dia berada pas dibelakang ayah jika aku memberi dia pelajaran sekarang ayah pasti memarahiku ,karna kata ayah "kalo kita digangguin atau dihina orang lain anggaplah itu sebagai cobaan yg diberikan Allah Swt untuk mengecek seberapa kuat iman kita ". itu sebabnya yg membuat ku tetap bersabar jika aku digangguin oleh adikku yg menjengkelkan itu .setelah setoran ayat suci al-quran ayah pun langsung menuntun kami untuk berdoa ,disaat aku sedang berdoa tiba-tiba ada yg membisikkan ku "jangan lupa doain jodoh kakak biar bisa cepet ta'arufan ".aku langsung melihat kearah bisikan itu dan melihat adikku tepat ada di sebelah ku ,ketika aku melihatnya dia berpura pura berdoa dengan khusyuk . huffff.....sangat menjengkelkan (lekatku dalam hati)sabar....sabar....humairah.....(tambahku dalam hati)doa yg dipanjatkan oleh ayah pun selesai kami semua langsung berbaris rapi sambil menunggu untuk menyalam dan mencium tangan ayah .
Jejak wasiat kakakku by grace348469
22 parts Complete Mature
Namaku Alya. Dan aku tidak pernah menyangka bahwa langkah kakiku suatu hari akan menggantikan jejak perempuan paling kuat yang pernah aku kenal: kakakku, Alisa. Sudah hampir setahun aku tinggal di rumah besar bercat abu muda itu, rumah yang dulunya hanya aku singgahi saat libur semester atau ketika merindukan masakan kakakku. Tapi sejak Alisa divonis kanker paru-paru stadium lanjut, rumah itu menjadi dunia baruku. Aku memilih cuti kuliah, meninggalkan kosan kecilku di Jogja, dan kembali ke kota ini-demi merawatnya. Aku masih ingat hari ketika pertama kali datang kembali ke rumah itu. Anak-anak Alisa, Rani dan Dafa, langsung berlari memelukku. Rani sudah kelas dua SD, dan Dafa masih TK. Mereka belum tahu betapa besar badai yang sedang menunggu kami semua. Dan di tengah rumah itu, ada sosok pria yang paling jarang bicara: Rayhan. Suami Alisa. Kakak iparku. Ia selalu tenang. Terlalu tenang, bahkan saat Alisa harus masuk rumah sakit untuk ketiga kalinya bulan itu. Ekspresinya nyaris tidak berubah-datar, kaku, dan kadang membuatku bertanya-tanya apakah ia benar-benar mencintai kakakku atau hanya hidup berdampingan karena kebiasaan. "Mas Rayhan, teh hangatnya," kataku malam itu, sambil meletakkan cangkir di meja. Ia hanya menoleh sekilas. "Makasih." Lalu kembali tenggelam di balik layar laptopnya. Begitulah Rayhan. Ia tidak pernah kasar, tidak pernah marah, tidak pernah meninggikan suara. Tapi juga tidak pernah benar-benar hadir. Ia adalah tipe laki-laki yang, entah kenapa, membuat dada terasa sesak hanya karena terlalu hening. Sementara itu, kondisi Alisa kian memburuk. Berat badannya turun drastis, rambutnya mulai rontok karena kemoterapi, dan batuknya sering berdarah. Tapi ia tetap tersenyum. Tetap berusaha mencatat tugas-tugas sekolah Rani, tetap memeluk Dafa sebelum tidur. Suatu malam, saat aku menemaninya di kamar, Alisa mem
-1 MARRIED BY ACCIDENT [ REPOST ] by naochyn
31 parts Complete
INI ADALAH WORK BARU DARI MARRIED BY ACCIDENT! DIKARENAKAN WORK SEBELUMNYA SUDAH HILANG PERMAMEN ENTAH DENGAN ALASAN APA^^ DAN INI EDISI BELOM DIEDIT KARENA YANG UDAH DIEDIT KEMARIN ENGGAK DIBACKUP! KALO ADA WAKTU DIEDIT DEH PAS UDH POST ENDINGNYA~ "Aku sangat mengagumi sosoknya dan sangat mencintai dia. Aku ingin ia menjadi pasangan hidupku untuk selamanya, walau ia sudah memiliki kekasih hati. Namun, ketika malam kejadian menyakitkan itu terjadi, aku tidak tahu apa yang aku rasakan setelah itu padanya. Membencinya kah atau akan tetap memperjuangkannya, dengan alasan apa yang ia perbuat sudah membuahkan hasil di dalam perutku." - Maurel Graceyla Virendra "Apa yang aku lakukan malam itu padanya sungguh tidak terencana. Aku melampiaskan rasa sakit hatiku dengan minuman keras yang untuk pertama kalinya aku konsumsi, dan ketika terbangun aku tersentak melihat kondisi tubuhku yang bertelanjang bulat. Aku kembali terkejut ketika menyadari bahwa aku tidak sendiri, di sampingku ada sosok gadis yang sangat ku kenali dengan kondisi yang sama sepertiku. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau menikah dilandasi dengan tanggung jawab, aku mencintai kekasihku melebihi apapun." - Alvaro Gauriel Fidel "Aku memang mencintainya, tetapi aku tidak mau berlaku egois dengan memaksakan perasaannya yang sangat mencintai sahabatku. Melihat orang yang kita cinta tersenyum sudah lebih dari cukup, menurutku." - Deven Jevera Karsten "Tak ada hal yang lebih menyakitkan dari mengetahui kekasih kita telah mempunyai anak dari perempuan lain, apalagi perempuan itu sangat kita kenali. Langkah mana yang harus aku ambil? Tetap egois demi kebahagian sendiri atau merelakan dirinya walau menyakitkan?" - Kimy Clarynta
You may also like
Slide 1 of 10
"PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA" cover
IN HEART cover
Rumah baru untuk Ibu cover
KEAJAIBAN IV cover
Melodi Dalam Kegelapan cover
HOT DADDY 1 (TAMAT) cover
Antara aku dan dunia cover
Jejak wasiat kakakku cover
-1 MARRIED BY ACCIDENT [ REPOST ] cover
Ciel Wiratama or Ciel Pradipta cover

"PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"

16 parts Complete

Angin yg berhembus lembut di pipi disertai dengan suara adzan subuh yg telah berkumandang yg membuatku terbangun dari tidurku dan langsung bersiap siap untuk mengambil air wudhu dan setelah itu aku langsung memakai mukenahku dan turun menghampiri keluargaku yg sudah menungguku di musholah rumah,tangga demi tangga rumah yg kuturuni membuat semua keluargaku melihatku ,aku tersenyum sipuh sambil merasa malu yg membuatku harus berjalan sedikit cepat karena azan yg sudah selesai dikumandangkan,kami pun langsung mengerjakan sholat subuh berjamaah.setelah sholat subuh kami pun langsung menyetor ayat al- quran sedangkan bunda dan kakak iparku menyiapkan serapan untuk kami . Ayah mengajari kami tajwid demi tajwid yg ada di dalam al-quran ,sedangkan adikku yg menjengkelkan itu mengejekku dari belakang ayah yg membuat ku geram dan ingin sekali memberi pelajaran padanya ,tapi...apa boleh buat dia berada pas dibelakang ayah jika aku memberi dia pelajaran sekarang ayah pasti memarahiku ,karna kata ayah "kalo kita digangguin atau dihina orang lain anggaplah itu sebagai cobaan yg diberikan Allah Swt untuk mengecek seberapa kuat iman kita ". itu sebabnya yg membuat ku tetap bersabar jika aku digangguin oleh adikku yg menjengkelkan itu .setelah setoran ayat suci al-quran ayah pun langsung menuntun kami untuk berdoa ,disaat aku sedang berdoa tiba-tiba ada yg membisikkan ku "jangan lupa doain jodoh kakak biar bisa cepet ta'arufan ".aku langsung melihat kearah bisikan itu dan melihat adikku tepat ada di sebelah ku ,ketika aku melihatnya dia berpura pura berdoa dengan khusyuk . huffff.....sangat menjengkelkan (lekatku dalam hati)sabar....sabar....humairah.....(tambahku dalam hati)doa yg dipanjatkan oleh ayah pun selesai kami semua langsung berbaris rapi sambil menunggu untuk menyalam dan mencium tangan ayah .