My Teacher Oppa

My Teacher Oppa

  • WpView
    Reads 211
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 2, 2016
"Oppa sering melakukan ini?" "Ya. Aku suka melakukan ini setiap aku sedih. Aku hanya berharap semoga dia membaca surat ini." ucap Oppa. "Apa mungkin dia membacanya Oppa?" "Mana aku tau, ya aku hanya berharap saja." "Aku juga mau Oppa.. Tapi.. Ah, itu dia botol nya." Segera aku mengambil botol tersebut dan setelah itu mengambil kertas untuk menuliskan harapanku dikertas itu. "Sudaaah.." ucapku senang dan kembali berdiri menghadap lautan. "Aku harap ini akan terjadi di kemudian hari." Setelah itu aku melempar jauh-jauh kertas yang sudah ada di dalam botol tersebut. "Kau berharap apa?" tanya Oppa kepadaku. "Itu rahasiaku dong. Nanti juga Oppa tau sendiri." jawabku dan dibalas dengan senyuman diwajahnya. Eh, Kenapa dengan senyumannya? Senyuman yang seakan dibuatnya. Ya, seperti orang yang terpaksa harus senyum. Senyuman yang pernah ditujukannya kepadaku dulu. BRUUK. Refleks, aku segera menangkap Oppa yang sudah jatuh di atas pasir putih. Kenapa ini harus terulang lagi? _ _
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAME BUT DIFFERENT (Vkook/taekook)
  • The Rain [SoonHoon]
  • LAKSADEKA
  •  ✔️Let Me Know [END]
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • this is me
  • Misi Kalisa (End)
  • The Secret Of Us
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Cerita ini murni karangan saya sendiri. Maaf bila ada kesamaan nama, latar/tempat dan gambar, tidak ada unsur kesengajaan. Terimakasih. happy reading.. "Hyung, sudahlah jangan menangis lagi. Mungkin ini sudah jalan-Nya. Lebih baik kita do'akan mereka agar tenang disana." Namja manis itu masih memeluk hyung-nya yang baru saja ditinggal orang tuannya. Jdeeeerrrr... "Hyung, sepertinya sebentar lagi hujan akan turun. Lebih baik kita segera pulang, Hyung!" "Aku harus pulang kemana, Kook? Sedangkan rumahku saja sudah pasti disita untuk melunasi hutang. Aku sebatang kara.. hiks Aku ingin menyusul Oemma dan Appa saja,, Kook.. hiks.." "Hyung jangan bicara begitu, kau masih punya aku. Bukankah Hyung sendiri yang bilang, kalau sudah menganggapku seperti adik kandung Hyung sendiri. Pulanglah bersamaku, kita akan tinggal bersama di apartemenku, Hyung." "Aku tidak mau menyusahkanmu, Kook. Aku bisa tidur disini saja, hiks.. sekalian menemani Oemma dan Appa. Mereka pasti kedinginan di dalam sana.. hiks" Youngi memeluk makam kedua orang tuannya erat. "Kau tidak pernah menyusahkanku, Hyung. Justru aku senang bisa tinggal denganmu, itu artinya aku tidak akan kesepian lagi di apartemen dan tak perlu takut jika mati lampu. hehehe" Jungkook memang takut gelap. Namja manis itu berusaha menghibur hyungnya yang masih menangis pilu akibat ditinggal oleh orang tersayangnya. "Ayolah,, Hyung.. mau ya tinggal bersama Kookie yang imut ini.." Jungkook melemparkan aegyo nya berharap Youngi bisa sedikit terhibur. Youngi sedikit tersenyum "arraso, kajja kita pulang_ Oemma,, Appa,, Suga pulang dulu ya. Jaga diri kalian baik2 disana. Aku sangat menyayangi kalian.. hiks" (Suga adalah panggilan kesayangan Youngi) Akhirnya Youngi beranjak dari pusara kedua orangnya dengan dipapah Jungkook. Namja manis itu sesekali mengelus pundak Hyungnya untuk menyalurkan sedikit ketenangan. maaf kalau kurang dapet feel nya, saya masih baru. hehe semoga readers menyukai ceritanya.. :-) annyeong..

More details
WpActionLinkContent Guidelines