Sebuah Novel yang Belum Selesai

Sebuah Novel yang Belum Selesai

  • WpView
    MGA BUMASA 612
  • WpVote
    Mga Boto 36
  • WpPart
    Mga Parte 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Jul 19, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Namaku Gaizka dan aku adalah tokoh sebuah novel yang belum selesai." Semua yang tercipta di dunia ini pasti memiliki tujuan. Lalu apa tujuan hidupmu jika kamu adalah seorang tokoh fiksi yang terperangkap dalam kepala penulis amatir yang terlalu sering menderita writer's block? Gaizka merasa hidupnya tidak berguna, tapi ketika dia bertemu Biru, lelaki di lapangan berlangit lembayung itu, pilihan-pilihan baru seakan terbuka untuknya. Sayang, memadukan dua kisah berbeda tidak selalu semanis kedengarannya. "Lantas apa pilihan yang terbaik? Berjuang atau tunduk?" (Earlier version previously published in fictionpress using the same title. Now edited and, hopefully, upgraded)
All Rights Reserved
#14
existentialism
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  •  HAZELA
  • Psikopat Digital? [End]
  • FALLING IN LOVE
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
  • Lost Stars
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Posesif (Another Me)
  • sahabat kok gini?! || NA2 (End)
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman