Our time!

Our time!

  • WpView
    Reads 227
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 20, 2016
Setelah sekian lama cuti sekolah, Anin kembali ke sekolahnya. Memang kenangan tentang sekolahnya tidak begitu menyenangkan tapi, orang itu mulai membuat semuanya berubah perlahan. Walaupun peristiwa masa lalu yang menyakitkan itu mulai terlihat titik terangnya, Anin tetap tidak tau harus bagaimana. "Anin, gue ada buat lo. Jangan sia-siakan hal berharga lo. Jangan sia-siakan waktu kita bersama. Dan jangan tunjukkin wajah takut lo ke gue"-Zafqi "Bantu gue dan jangan pergi"-Anin
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secretly Looking at You (END)
  • save me
  • "JANE & ALEN"
  • Pesan Singkat
  • ALSTARAN [END]
  • Rarudet Squad (END)
  • KKN; Where Were We Before? 1 (True Story)
  • Sweetbreeze

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines