Story cover for Senja by kaedadari
Senja
  • WpView
    Reads 2,930
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2,930
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Mar 31, 2016
Dari kamar tidur ayah aku mendapatkan semuanya. Bahkan sesuatu yang belum atau tidak ia ceritakan--Seperti bagaimana ayah membuat para gadis jatuh cinta padanya, atau bagaimana aku yang dibuatnya jatuh terpesona


...aku mencintai ayahku sendiri, tanpa tapi, tanpa kecuali


PS. Maafkan aku ibu
All Rights Reserved
Sign up to add Senja to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Why Me? || Zhong Chenle cover
RUMAH KE DUA cover
ARGA  cover
KARA  cover
Bukan Rumah cover
Aseano Samudra [End] cover
PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)  cover

Why Me? || Zhong Chenle

34 parts Ongoing

(BROTHERSHIP + FAMILY) Jika mendengar kata rumah, apa yang langsung terlintas dipikiran? Mungkin orang akan berkata; itu seperti sebuah bangunan hangat, yang setiap kita datang membuka pintu, akan selalu ada orang-orang yang menyambut kita dengan senyum lebar. Tempat yang selalu membuat kita aman dan dapat berteduh dari kekacauan dunia. Atau kita melihat rumah seperti bangunan yang tidak mempunyai arti khusus, yang meski pulang dengan keadaan kacau balau, kita tetap tidak merasa keramahan dunia. Terkadang kita harus mengerti bahwa tidak semua rumah itu ramah. Tidak semua rumah bisa dijadikan tempat pulang, beberapa rumah justru memberi luka paling banyak. "Apakah suatu saat aku juga akan menemukan keharmonisan dalam kata pulang? Atau justru sama sekali tidak?" Pertanyaan itu selalu muncul setiap kali Naren menginjakkan kakinya di bangunan hampa yang ia sebut sebagai rumah. Naren selalu iri, iri dengan mereka yang memiliki keharmonisan dalam kata 'pulang.'