Heart And Mind [EDITING]

Heart And Mind [EDITING]

  • WpView
    Bacaan 637
  • WpVote
    Undian 181
  • WpPart
    Bahagian 8
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Jum, Dis 16, 2016
Terkadang hati dengan akal pikiran itu saling tolak-menolak. Hati menginginkan untuk bertahan. Sedangkan pikiran selalu mengatakan untuk melepaskan. Sarah Deandra Affandi. Tipe wanita yang labil dan tidak mau mengambil resiko terlalu banyak dalam hidupnya. Bertindak sesuai dengan apa yang memang seharusnya ia lakukan saja. Tanpa mau sedikit pun keluar dari aturan. Karena baginya, Kenyaman hidup itu adalah hal utama yang seharusnya ia rasakan. Dan tanpa ia sadari, ia mengkhianati kata itu sendiri.
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Aku, Mila. Dia, Aldi
  • GEMINTANG HATIKU
  • Nearby Relations
  • Informed Consent
  • Oddly Coupley (Complete)
  • BULIR CINTA [END]
  • Sarcastic Girl (End)
  • Beauty and the Boss

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi