Story cover for ALONE by Ouji-San
ALONE
  • WpView
    LECTURES 63
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 63
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement avr. 01, 2016
Secara umum. Manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Walaupun itu benar dari beberapa sudut pandang.

Mungkin saat teman-temanmu membuatmu jengkel kamu merasa ingin sendiri saja di dunia ini. Atau saat keluargamu membuatmu kesal, yang terlintas difikiranmu adalah kenapa mereka harus ada disisiku.

.
.
.
.
.

Secara tidak sadar mungkin akupun pernah begitu. Tapi saat ini aku sangat menyesali apa yang namanya sendiri dan kesepian.
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter ALONE à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#4novelkeluarga
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
BUKAN BEGINI (Tamat), écrit par GaluhCahya8
24 chapitres Terminé
Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?
Jadi Antagonis Twins (On Going), écrit par aasnh13
5 chapitres Terminé
WARNING ADA SEBAGIAN PART TERDAPAT ADEGAN YANG MENGANDUNG PENYIKSAAN, PEMBUNUHAN DAN 🔞 _______________________________________________ Aira si gadis friendly dan jago bela diri yang sukanya traveling sama baca novel picisan anak SMA, tiba tiba terbangun dalam tubuh salah satu karakter di novel favoritnya. Dan lebih parahnya lagi dia bukan menjadi pemeran utama tapi hanya menjadi tokoh figuran Alma Amanda Putri Bessara kembaran dari sang Antagonis Amira Ananda Putri Bessara yang sama-sama berakhir tragis, karena dia dijebak oleh sang Antagonis yang tidak lain adalah kakak kembarnya. "Dua bulan lagi gue akan masuk pada alur cerita dan tiga bulan kemudian gue mati, sialan gue masuk novel cuman buat mati doang anjing." "Nggak-nggak, gue nggak akan biarin hidup gue mati sia sia gara-gara si Amira sialan itu." "Sistem sialan!! Berani-beraninya menyuruhku melindungi si sialan Amira," ______________________________________________ NO PLAGIAT PLAGIAT YA GUYS HEHEHE SOALNYA MIKIR ALUR SATU CHAPTER AJA BISA AMPE BERMINGGU-MINGGU. KITA PUNYA IMAJINASI SENDIRI COBALAH MENYALURKAN TANPA ADANYA PLAGIARISME OKE? Kalian pasti bisa, SEMANGAT. Kenapa gue ngomong gini? Ya karena gue cuma nggak suka aja sama plagiat cerita orang seenaknya. Kasian kan penulis yang di plagiatin udah Mikir alur cerita Ampe berminggu-minggu eh si plagiat enak-enak buat cerita yang sama cuma di ganti tempat sama nama doang😭 Ya Alhamdulillah sampe sekarang gue blm Nemu orang yang plagiat cerita gue hehehe. Tapi kalo kalian Nemu Tolong kasih tahu ya heheh😅 Ah udah lah, Pokoknya jangan PLAGIARISME. Setiap orang jenius pasti bisa bikin cerita dengan imajinasi sendiri ☺️ JANGAN LUPA UNTUK VOTE FOLLOW AND SHARE, AH COMENT JUGA YUP FREN HEHHEHE HAPPY READING 🥰
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
BUKAN BEGINI (Tamat) cover
﹪ ׅ 𝅦𝅦 Ur smile :D ☆ countryhumans Indonesia ━ׄ┈⋄⃞🇮🇩̷𝆭  cover
Cinta Tapi Cinta? cover
Jadi Antagonis Twins (On Going) cover
mengapa aku dilahirkan cover
Seperempat Aku dalam Dunianya cover
ALZEA (TERBIT)  cover
Rasa Tanpa Kata cover
PENGALAMAN KU, KISAH DIA cover
Isi Kepala cover

BUKAN BEGINI (Tamat)

24 chapitres Terminé

Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?