Langkah Balik Punggung

Langkah Balik Punggung

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 2, 2016
WpInfo
Non-fiksi
Aku mendengar kisah tentang seorang jepang yang menghabiskan sisa hidupnya dalam kesederhanaan di Indonesia. Semakin aku mendengar dan membaca kisahnya, aku tertarik untuk bertemu dengannya. Seolah aku ingin mendengarnya lagi. Lagi. Aku ingin terus mendengarnya dan bertanya akan banyak hal padanya. Esok kami bertemu. Aku meyakinkan diriku bahwa ini adalah benar benar kenyataan. Aku ingin mempertanyakan semuanya. Aku ingin mendengar semua. Aku ingin semuanya. Hanya memberi kabar tidaklah cukup. Dia terlalu jauh membuatku penasaran hingga termimpi mimpi. Kan aku kisahkan padanya tentangku. Aku akan memintanya bercerita semua tentangnya padaku. Tentang langkah balik punggung, harapan bintang, tertatihnya lutut, dan peluh yang beku. Semua... semuanya... aku sangat menantikannya...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#11
samarinda
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TIME will TELL {On Going}
  • The Unknown Self
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • READER VS TUJUH BOBOIBOY
  • Diary Peri Keceriaan
  • EUDAIMONIA
  • Complicated | Halilintar x Reader
  • Cause We are Family
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan