I'm Okay, You Hate Me

I'm Okay, You Hate Me

  • WpView
    Reads 570
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 2, 2016
"Kau boleh membenci ku. tapi pandanglah hanya pada ku, walaupun hanya untuk membenci ku. jika itu yang kau inginkan, tak apa-apa. aku akan tetap mendampingi mu" Menikah dengan orang yang kita cintai adalah impian semua orang. Begitupun dengan wanita berdarah kelahiran Inggris Jerman ini, Jessie Caroline. Menikah dengan laki-laki yang sudah sangat lama ia cintai. Meski begitu, kristal-kristal bening yang selalu berjatuhan tidak pernah luput dari mata indahnya.. . . Seperti apakah kehidupan pasca pernikahannya? Akankah suatu hari nanti, kristal-kristal bening itu berhenti menetes dari mata indahnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • J AND THE SUNSET
  • My best friend is my Husband || JL
  • Mr Adams⌛Tamat⌛
  • POSESIF | JENLISA
  • Tentang Kita (ON GOING)
  • DikaRanggi
  • I'm Not HER!
  • I Hate You Or Love You?

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines