Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku

  • WpView
    Reads 645,489
  • WpVote
    Votes 28,507
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 3, 2018
Tentang seorang gadis bernama Nadia yang punya mimpi sederhana.Nadia bermimpi bisa menikmati masa kuliah di Jogja nanti sama seperti teman-teman lainnya.Bisa jalan-jalan,nongkrong di kafe dan banyak lagi.Untuk mewujudkan mimpinya itu,Nadia mulai menabung semasa duduk di bangku SMA.Dari berjualan pulsa,kue,dan asesoris.Berharap ia tidak akan kesulitan uang saat kuliah nanti.Tapi,harapan tinggal harapan saat uangnya di rampok saat pertama kali menginjakan kakinya di kota Jogja.Untuk mampu bertahan kuliah di kota orang Nadia harus kembali berjualan asesoris dan menjadi seorang asisten rumah tangga pada seorang CEO.Nadia yang punya kebiasaan tidur sambil jalan tampa sengaja masuk di kamar majikannya yang sedang mabuk,yang menyebabkan ia hamil anak majikannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • setelah menikah?
  • Selingkuh Dengan Majikan
  • accident
  • SEN KANAN BELOK KE HATIMU (END)
  • I LOVE U, PAK DOSEN ( TAMAT )
  • Not Like The Movies
  • Marriage Absurd (Tamat)
  • Mr. Right For Now
  • CEO kejam suamiku

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines