Rose Scent Breeze(√)

Rose Scent Breeze(√)

  • WpView
    Reads 2,093
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 3, 2016
WpInfo
Fanfic
Red Velvet
Aku mulai memikirkan tentang kita tanpa alasan Hari di mana kami bercanda dan tertawa Kenangan yang begitu berharga memenuhi diriku Meskipun aku tidak menginginkannya Aku tanpa henti menahanmu Tapi aku harus melepaskanmu Tidak ada yang bisa ku lakukan untukmu Tapi kamu hanya akan senang jika aku tidak ada Lepaskan, lepaskan, lepaskan Karena aku tahu menahanmu Bukanlah yang terbaik untukmu Aku memaksa diriku untuk menepismu Waktu yang kita habiskan bersama, kenangan kita Lepaskan, lepaskan, lepaskan Sehingga kamu bisa tersenyum suatu hari nanti Lepaskan, lepaskan Masa depan bahagia yang pernah kulihat bersamamu Aku tahu, aku tau Aku tidak bisa mengharapkan akhir yang bahagia sekarang Sama seperti bagaimana tanah mengeras setelah hujan Jika aku bertahan melalui rasa sakit ini untuk sejenak Kamu akan bertemu seseorang bukan diriku yang bisa membuatmu tersenyum Aku harus mengucapkan selamat tinggal sekarang - Day6;Letting Go ©dheasvlxo, 2016
All Rights Reserved
#166
kaistal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  •  Little Baby✅
  • What Can I Do ?
  • Lelah
  • LADY JANE [COMPLETE]
  • I WONT GIVE UP
  • DESA | Blackvelvet [END]
  • Desa Kicikiwir || blackbangtan

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines