Only You

Only You

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 28, 2018
"Jadi Eva itu.." Anya berusaha memancing Jovan mengatakan siapa wanita yang berada di dalam sana. "Calon tunangan aku," sesal Jovan. Anya berusaha mengatur nafasnya. "Jadi ini alasan kamu ngenalin aku ke mama kamu?" tanya gadis itu tenang. "Iya sayang, aku mau mama tau hubungan kita selama ini. Aku mau jujur sama dia. Siapa tau pertunangan ini bisa dibatalin. Tapi aku nggak nyangka kalo mama juga ngajak Eva. Maafin aku sayaang," Jovan meraih tangan gadis yang telah memberikan warna dalam hidupnya selama 3 tahun itu. Anya tak bersuara. Pikirannya masih kalut. Di dalam sana ada mama dan juga calon tunangan kekasihnya itu. Anya mengambil nafas dalam-dalam, berusaha mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin. "Aku ngerti Van, kita hanya harus lebih kuat aja mulai sekarang," jawab Anya kacau. Jovan mengernyit heran. Melihat respon yang diberikan kekasihnya, Anya tersenyum kemudian meletakkan kedua telapak tangannya pada pipi Jovan. "Kita lawan mereka Van," bisik Anya penuh keyakinan.
All Rights Reserved
#127
paksaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • 𝗗𝗜𝗔 𝗜𝗞𝗬
  • Twin's ? {Story 7}.
  • Accidental' (END)
  • ALRIN
  • Fated To Marry You(Tamat)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • LO$ER = LO♥️ER

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines