I Finally Found you

I Finally Found you

  • WpView
    LECTURAS 89
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 5, 2016
Dia telah mengubah duniaku. Dia yang telah membuka pintu hatiku. Dia yang membuatku menatapnta lama. Dia. Ya dia. Hati ini bagaikan es kutub selatan, dingin, beku, keras, tak pernah mencair. Begitulah menggambarkan dinginnya hatiku. Aku tak pernah menyukai seseorang sejak beberapa tahun lalu, entah kenapa aku juga tidak mengetahuinya. Boleh saja kau sebutku tidak normal. Begitulah kenyataannya. Tapi sejak bertemu dia. Saat pertama aku tatap matanya, saat pertama ku teliti lekuk mukanya. Saat itu aku mulai tertarik dengannya -based on true story
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Little Monster - Completed
  • Arsyilazka
  • Akar dan Ranting
  • SasuHina - Love Story
  • Haitani rindou x Reader (feeling in love)
  • STILL IM SURE WE LOVE AGAIN
  • My Sunshine
  • THE CLIMB [Completed]
  • SHETAN
  • POSESSIVE COOL BOYFRIEND

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido