Angin Dan Senja

Angin Dan Senja

  • WpView
    Membaca 1,543
  • WpVote
    Vote 27
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadDewasaLengkap Sel, Jun 21, 2016
Ketika senja disertai angin yang menyisir daun, langit yang terbelah oleh ranting pohon, suara nyanyian burung di pangkuan pohon, dan syukur yang tak henti terucap sungguh tuhan maha kuasa dengan segala karunianya . Sungguh selalu ada ketakutan di benakku , selalu ada rasa resah di setiap langkah ku, tapi selalu tak henti aku meyakinkan bahwa semua akan baik baik saja. Aku sangat suka melihat langit malam dan berangan-anggan bersama bintang, membayangkan apa yang akan terjadi, aku selalu ingin berbuat sesuatu yang membuat orang lain bahagia , aku selalu ingin menjadi cahaya bagi orang lain tapi ternyata cahaya itu membutuh kan cahaya agar bisa bersinar lebih terang...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • BIANGLALA SENJA
  • LAUT DAN SENJA || LuRah || (END)
  • "Opacarophile" (Bagian 1)
  • Langit Senja
  • Langit.
  • THE STAR
  • Kutikung Kamu Di Sepertiga Malam
  • My Destiny

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan