Absurditas Dogma (Permainan #1)

Absurditas Dogma (Permainan #1)

  • WpView
    Reads 8,921
  • WpVote
    Votes 3,236
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jun 28, 2026
Lyvonne hanya perlu membunuh satu orang lagi untuk berdiri di atas segalanya, satu orang yang menjadi penghancur terbesar di masa lalu si perempuan berambut merah. Ia telah mengukir lara terperih di jasad sang ayah. Carl--gembong narkoba yang terlalu mengikatnya--juga telah dipenjara. Harusnya, semua menjadi begitu mudah. Namun malam itu ... Lyvonne harus menelan segala harap bulat-bulat. Ada sesuatu dalam manik kelabu seorang lelaki yang ia temui saat penangkapan terjadi. Ada hal absurd yang entah mengapa tak bisa membuat ia berlalu begitu saja. Namun ... bagaimana bisa? Lyvonne tak tahu dengan gamblang. Dia terombang-ambing tanpa dogma. Satu yang ia tahu dengan begitu jelas; semua menjadi terlalu tidak masuk akal--bahkan untuk seorang pembunuh sepertinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laskar
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • One Shot 21+
  • Daddy's Little Sunshine
  • Transmigrasi Gio End
  • Mas Masinis
  • Stressed.
  • the protective myhusband
  • Teman Kecilku
  • Transmigrasi Little Mommy
Laskar

Sebuah kejadian tak terduga mempertemukan Levi dan Aralie dengan tiga anak misterius yang mengaku sebagai anak mereka: Rachel, Mikhail, dan Intan. Kehadiran ketiganya membawa banyak pertanyaan yang sulit dijelaskan, mulai dari kedekatan mereka dengan Levi dan Aralie, kebiasaan-kebiasaan yang terasa begitu akrab, hingga sikap mereka yang menyimpan kesedihan di balik senyum polosnya. "Ternyata seseorang bisa begitu berarti, bahkan sebelum aku sempat menyadari kalau aku membutuhkannya." - Aralie Abigail Maheswara - "Aku tidak pernah menyesali memilih kalian. Yang aku sesali hanya tidak pernah cukup berani menunjukkan betapa aku mencintai kalian." - Michael Levian Laskar -

More details
WpActionLinkContent Guidelines