Get Married |FanFiction|

Get Married |FanFiction|

  • WpView
    Reads 837
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 1, 2016
Pertemuan yang tidak terduga antara dua orang yang awalnya tidak saling mengenal satu sama lain, tetapi terpaksa harus mengenal satu sama lain dikarenakan suatu insiden. Angela Tee seorang penulis remaja yang sangat terkenal dan banyak digemari oleh remaja lainnya berkat karyanya. Hidupnya begitu sempurna dia cantik, banyak dikagumi banyak orang, ramah, baik, mempunyai banyak karya, sangat kreativitas. Tapi sayang kesempuranaan itu hanya dilihat dari depan saja, sebenarnya dia begitu rapuh, sepi dan hatinya begitu sakit ketika beberapa tahun lalu disakiti oleh mantan pacarnya yang tega meninggalkan dirinya. Sampai suatu insiden harus terjadi dan itu membuat kehidupan seorang Angela Tee berubah, ini dikarenakan pertemuan dengan seorang pemuda yang begitu sangat dia benci. Dengan sifat aroganya dan tanpa dia sadari dia harus menerima suatu perjanjian konyol bersama pemuda itu gara-gara orang tua mereka dan perjanjian itu dia harus menerima sebuah perjodohan yang terpaksa dia terima.
All Rights Reserved
#121
merriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Parachma [END]
  • The Boat of Blossoms
  • Me And Myself {Completed}
  • May I Love You?
  • My little Wife[END]
  • GALANG [SELESAI]
  • MY TEACHER IS MY HUSBAND ( COMPLETE )
  • Ex-boyfriend
  • I WAS MADE FOR LOVING YOU [COMPLETED]
  • Our Little Secret [S.M]

"Kita kan sering ketemu Ra, ibarat kata kita udah biasa bareng berdua. Jadi bisa aja kan ada perasaan special yang timbul." Ucap Pandu. Rachma hanya diam sibuk mencerna apa yang dikatakan Pandu barusan, entah malam ini otaknya terasa sangat lambat untuk menerima percakapannya dengan Pandu. "Kita sama-sama dewasa Ra, jadi nggak mungkinkan aku mau main-main sama kamu. Udah bukan waktunya lagi." Imbuh Pandu lagi. "Mas Pandu?," panggil Rachma. Pandu menengok kearahnya, melihat lekat kearah mata hitam nan indah itu dengan lembut. "Jangan bilang iya kalau akhirnya enggak, jangan janji kalau nantinya nggak bisa menepati." Ucap Rachma sendu. "Aku nggak pernah main-main sama ucapan aku Ra, sekalinya aku sayang nggak bakal aku lepas. Walaupun ada yang menentang sekalipun." Tegas Pandu. Malam ini bintang serta cahaya rembulan menjadi saksi antara mereka berdua, membangun komitmen memang tak pernah semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada kepercayaan, komunikasi, serta pengertian yang luas dan dikehendaki keduanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines