Aiseno Derwiq

Aiseno Derwiq

  • WpView
    Reads 408
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 22, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah seorang gadis tomboy dengan sejuta keberaniannya mengungkap rahasia di balik kota kelahirannya (Aiseno Derwiq) dan pekerjaan kedua orangtuanya yang sangat mengganggu hidupnya. Selain itu berkaitan pula dengan kisah seorang laki laki yang kedua orangtuanya dibunuh oleh Headquarters Terrible yang merupakan komplotan perampok terkenal di kota Aerok. Mereka berdua akan menyelesaikan misi mereka dalam mengungkap kebenaran yang tersembunyi setelah bergabung dengan EON (Ester Organitation Nowiq).
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAMPOENG KOERAWA
  • Air Mata Nayla (TAMAT)
  • The Rift of Everbrook
  • 3 SERANGKAI DARI DUNIA YANG TERLUPAKAN
  • Good Killer [Completed]
  • sonder || erwinxoc
  • Story Red Eyes: Playing Eyes (END)
  • the last of the twelve sisters
  • Seraphine Land

[END] Kampoeng Koerawa-salah satu kampung pemukiman padat dan rata-rata isinya kaum adam berada di dalah satu kota daerah Jawa Timur. Lalu ditengah-tengah kampoeng tersebut terdapat janda muda, cantik, memiliki satu anak, dan menjadi kembang kampoeng tersebut. Yang paling ikonik lagi disana, rumah warna kuning paling pojok berukuran enam kali enam luas bangunannya di pertigaan ditinggali lima bersaudara laki-laki yang memiliki nama belakang pandawa. Terdapat kisah cinta terumit diantara salah satu anak pandawa dengan janda tersebut "Emoh," jawab Salsabila, lalu mengecup bibirnya karena kampungnya sepi di tengah malam ini. "Ekhem," dehem Triswara dari balkon lantai dua rumahnya melihat kakaknya tengah membuayai janda muda kampung. Salsabila kaget karena ada yang melihat aksi nakalnya baru saja, ia malu langsung masuk ke dalam rumah. "Cok ganggu ae awakmu iki." kesal Dwiko. © akseraaaa, 2024.

More details
WpActionLinkContent Guidelines