9 bab Lengkap "Aku akan kembali nanti tanggal 22 ke sini, kemungkinan aku akan membawa mobil," Kata Atha kepada Ardi dan Mei
"Ya. Kami akan menunggumu, hati-hati di jalan," Balas Ardi sambil memeluk Atha erat.
"Mei, kamu tidak mau memeluk Atha?," Tanya Ardi kepada Mei.
Ardi melihat ke arah Mei dan menangkap matanya berwarna merah. Apakah ia menangis?
"Ga mau. Nanti juga dia ke sini lagi," jawab Mei tanpa melihat ke arah Atha.
"Mei, kamu menangis?," Serbu Ardi melihat air mata Mei menetes ke pipinya. Ardi sedikit tertawa, mencoba menggoda Mei
Atha segera menyambar tubuh Mei dan memeluknya erat.
"Cup... Cup... Cup... Iya, nanti aku balik ke sini lagi kok. Jangan nangis ya."
_________
Cerita ini dimulai dari Kantor Bu Nengsih, pembina redaksi kampus di mana Atha adalah pemimpin redaksinya. Ia diminta untuk libur dari tugasnya oleh pihak kampus demi mengikuti nominasi sebagai penulis terbaik yang ia dapatkan dari RRI Jogja.
Mengisahkan banyak hal di Kota Jogja sampai pada akhirnya perjuangan Atha untuk mengejar cinta seorang gadis yang diberinya nama Rindu. Gadis yang menemani hari-hari terakhirnya sebelum kembali ke Jakarta.
Akankah Atha benar-benar kembali ke Jogja, atau Ia justru menyibukkan diri dengan pekerjaan barunya di Jakarta?