Aku, Angin dan Malam.

Aku, Angin dan Malam.

  • WpView
    קריאות 14,514
  • WpVote
    הצבעות 629
  • WpPart
    פרקים 16
WpMetadataReadמתמשך
WpMetadataNoticeLast published יום ה׳, יוני 15, 2017
Aku mencintai angin secara rahasia. Aku menyadarinya ketika musim beranginnya pergi dan berlalu. Lalunya meninggalkan jejak- jejak cerita di dalam kenangan di sepanjang taman, padang ilalang, ujung jalan dan perbatasan pantai hitam. Aku mencintainya ketika ia telah bosan menunggu dan berlalu. Ketika angin hangatnya berubah menjadi angin dingin yang menusuk raga. Ketika musim seminya telah berlalu. Ketika musim panasnya terlalu gersang untuk di datangi. Ketika musim gugurnya membawa daun daun pergi meninggalkan dahannya. Ketika musim dinginnya merubah angin hangatnya menjadi angin dingin yang menusuk raga dan membuat banyak airmata. Aku terlalu takut menceritakannya kepada bunga- bunga di padang. Atau pada nenek baik di sebelah rumah. Matahari terlalu menyakitkan mata dan bintang jarang hadir untuk menemani jiwa yang nestapa. Senja terlalu cepat berlalu dan pergi. Pelangi tak selalu tiba setelah hujan deras yang mengguyur bumi. Aku hanya mampu menceritakannya kepada malam. Malam selalu hadir tepat diwaktunya. Malam lebih erat memeluk bumi dalam keheningan daripada siang. Malamku dingin namun terasa hangat. Malamku adalah kotak penyimpanan rahasia hatiku kepada angin. Ini ceritaku, rahasia hatiku tentang angin. Malam,siap kah kau menyimpan semua rahasia hatiku? Samarkan lah ini semua di dalam gelapmu dan biarkan aku tetap mencintainya dalam rahasiaku.
כל הזכויות שמורות
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

ייתכן שתאהבו גם

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Betadine
  • KHALISA🖤
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Just Remembrance!
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • [√] Memorabilia
  • NOESIS [END]

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

פרטים נוספים
WpActionLinkהנחיות התוכן