Aku, Angin dan Malam.

Aku, Angin dan Malam.

  • WpView
    Reads 14,512
  • WpVote
    Votes 629
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 15, 2017
Aku mencintai angin secara rahasia. Aku menyadarinya ketika musim beranginnya pergi dan berlalu. Lalunya meninggalkan jejak- jejak cerita di dalam kenangan di sepanjang taman, padang ilalang, ujung jalan dan perbatasan pantai hitam. Aku mencintainya ketika ia telah bosan menunggu dan berlalu. Ketika angin hangatnya berubah menjadi angin dingin yang menusuk raga. Ketika musim seminya telah berlalu. Ketika musim panasnya terlalu gersang untuk di datangi. Ketika musim gugurnya membawa daun daun pergi meninggalkan dahannya. Ketika musim dinginnya merubah angin hangatnya menjadi angin dingin yang menusuk raga dan membuat banyak airmata. Aku terlalu takut menceritakannya kepada bunga- bunga di padang. Atau pada nenek baik di sebelah rumah. Matahari terlalu menyakitkan mata dan bintang jarang hadir untuk menemani jiwa yang nestapa. Senja terlalu cepat berlalu dan pergi. Pelangi tak selalu tiba setelah hujan deras yang mengguyur bumi. Aku hanya mampu menceritakannya kepada malam. Malam selalu hadir tepat diwaktunya. Malam lebih erat memeluk bumi dalam keheningan daripada siang. Malamku dingin namun terasa hangat. Malamku adalah kotak penyimpanan rahasia hatiku kepada angin. Ini ceritaku, rahasia hatiku tentang angin. Malam,siap kah kau menyimpan semua rahasia hatiku? Samarkan lah ini semua di dalam gelapmu dan biarkan aku tetap mencintainya dalam rahasiaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satintail
  • Maaf' (Revisi)
  • My Quuen is Bad Gril
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • ALONE
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Bianglala
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
Satintail

Bisakah aku memohon padamu untuk tidak bertindak selayaknya angin? Jangan seperti angin yang mudah datang dan mudah pergi Karena aku takut seperti ilalang yang hanya bisa melambai saat angin memilih pergi Ilalang yang pasrah menatap kepergian angin Memangnya, apa yang bisa diperbuat ilalang ketika angin mulai beranjak pergi? Ilalang tak melakukan apapun pada angin yang melambai seolah mengatakan, "aku pergi, jangan pernah mengejarku, apalagi menunggu kedatanganku." Namun, ilalang tetap berharap bahwa angin mungkin kembali lagi, entah di angin yang sama atau berbeda Untuk itu aku pun yakin bahwa waktu menyimpan segalanya, sekalipun dia yang akan kembali membawa angin yang sempat pergi Sungguh aku tak ingin seperti ilalang. Karena tanpa sadar, aku hampir seperti itu. Hampir. ==================================== (Note: Cerita ini awalnya berjudul Ilalang, namun berganti judul menjadi Satintail karena adanya perubahan pada isi cerita. Ada beberapa kalimat kasar secara eksplisit dan beberapa adegan yang hanya bisa dibaca untuk usia 16 tahun ke atas.) Copyright © 2015 by retnogaluh Cerita ini di lindungi oleh UU Hak Cipta. CERITA INI HANYA PUBLISH DI WATTPAD PRIBADI SAYA (@retnogaluh) DILARANG KERAS MENYEBARLUASKAN, MENGGANTI NAMA/ISI/JUDUL/APAPUN DALAM CERITA INI TANPA SEIZIN DAN MERUGIKAN PENULIS. APABILA MENEMUKAN CERITA INI/SERUPA SELAIN DI WATTPAD HARAP HUBUNGI PENULIS KARENA SAYA TIDAK AKAN SEGAN UNTUK MENINDAK LANJUTI MASALAH TERSEBUT! [Amazing Cover by @hellamer on Wattpad Cover For You]

More details
WpActionLinkContent Guidelines