We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
About Friend

About Friend

  • WpView
    Reads 2,290
  • WpVote
    Votes 284
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing2h 42m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 22, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu ingat? Dulu kamu suka manjat pohon, kamu suka lari-larian, kamu suka jatuh di mana saja. Kamu memiliki banyak luka bekas jatuh. Saya dan kakak kamu dulu yang mengobati, tidak pernah orang lain. Bahkan, mamamu saja tidak mengetahui itu," ucap pria itu lembut. Sang perempuan hanya terdiam menyimak tentang potongan-potongan masa lalunya. "Maaf, saya jadi formal gini. Dulu, saya pernah diberi tahu sama mama saya, kalo kamu suka sama seseorang, kamu harus menghormatinya. Dulu, waktu kecil, saya suka berbicara seperti ini dengan kamu. Yang artinya, saya menyukai kamu. Dari dulu. Dari masa-masa kita masih berumur lima tahun, hehe. Saya konyol, ya?" Pria itu menggaruk tengkuknya. Sang perempuan hanya bisa menangis. "Apa... Masih terlambat buat gue donorin separuh darah di tubuh gue buat lo?" Cover by : @hidario
All Rights Reserved
#62
sekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aleya
  • Untuk Ayura
  • Naik Ranjang ᴺᵉʷ ᴱⁿᵈ
  • MY BELOVED BABYSITTER (complete ✅)
  • COMPLICATED [On Editing]
  • TUAH ASMARA
  • Chatralian's Home [END]
  • Rayza
  • 𝔾𝕠𝕕𝕒𝕒𝕟 𝕔𝕚𝕟𝕥𝕒 𝕒𝕕𝕚𝕜 𝕥𝕚𝕣𝕚ᴱⁿᵈ
Aleya

Hidup Aleya selalu dimulai dengan tatapan yang sama-tatapan benci dari kedua kakaknya. Sejak kecil, ia terbiasa dicibir, diabaikan, bahkan dibully di rumah. Bagi mereka, Aleya hanyalah sumber luka. Padahal, Aleya tak pernah meminta dilahirkan di dunia ini. Ia tak pernah tahu, betapa kehadirannya mengubah segalanya. Ibunya meninggal setelah melahirkannya, dan pesan terakhir sang ibu hanya satu: "Lindungi Aleya." Sejak saat itu, ayah menjadi sangat protektif pada Aleya. Tapi kasih sayang itu justru membuat luka baru-bagi kakak-kakaknya, Aleya adalah anak kesayangan yang selalu mendapat perhatian lebih, sementara mereka tumbuh dengan rasa haus kasih sayang. Di rumah, Aleya jadi musuh. Di sekolah, hanya ada dua orang yang membuatnya merasa hidup: Inge, sahabatnya sejak kelas satu SMA, dan Kelvin, cowok ceria yang selalu jadi penopang semangat mereka. Tapi dunia tak pernah berpihak pada Aleya terlalu lama. Saat kehangatan itu mulai runtuh, Aleya hanya bisa bertanya pada dirinya sendiri: Apakah ada tempat di dunia ini di mana ia benar-benar dicintai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines