Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Walking After You

Walking After You

  • WpView
    Membaca 211
  • WpVote
    Vote 19
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 15, 2016
WpInfo
Fiksi
Romansa
'Kau tak perlu melupakan masa lalu. Kau hanya perlu menerimanya.' . . Percayakah kau dengan cinta sejati? Masih ada kah cinta sejati yang sebenarnya itu? Mungkin itu lah yang dirasakan Jessica Ashley, seorang gadis mungil yang dihadapkan dengan kenyataan cinta tak se-sederhana itu. "Percayalah, tak ada yang lebih menyakitkan saat kita harus melepaskan seseorang yang sangat kita cinta demi kebahagiaan mereka. Rasa rindu mungkin sudah tak bisa menggambarkan perasaanku. Melihatnya tersenyum lepas dari jauh sudah lebih dari cukup buatku."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Stay With Me: Anime Corrotte
  • What is Love?
  • My eternal love { han Jisung 🤍
  • Trust in me❤️
  • Dimmi che resterai ...
  • (Ri)trovarsi, quando da soli non bastiamo.
  • E Dashuruar me Profesorin tim!
  • Prima di te nessuno mai || 1
  • 🌞🌛This Is my Life pure madness 🌒
  • You'll Be Mine♡

《Chi sei veramente, ragazzina?》 《E tu, Axel?》 Ashley Cohan non ha paura di quello che il mondo ha da offrirle. Vive la vita senza pensare. E' il tipo di ragazza con il carattere da maschiaccio. Ma quando una tragedia accade, non é più così sicura di poter continuare a fare la spavalda. Eppure, non vuole che nessuno si preoccupi per lei. Continua a fingere di stare bene anche quando non è così. Incontra così Axel, alto 1 metro e 90, pieno di tatuaggi e oscurità. E' un lupo solitario, non vuole l'amore e non permetterebbe a nessuno di addolcirlo. Odia Ashley già dal primo incontro. Ma capisce troppo tardi di amarla. E capisce che nella vita, non sempre abbiamo una seconda possibilità.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan