We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kesucian Cinta Di Atas Sajadah

Kesucian Cinta Di Atas Sajadah

  • WpView
    Reads 537
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Apr 27, 2016
WpInfo
Fiction
Social Themes
Pagi itu mengingatkanku akan satu hal, hal yg merubah hidupku, hal yang merubah perasaanku. Seorang pria misterius yang selalu menampakkan punggungnya di depan sajadahku. Yaah, aku hanya akan melihat punggung itu dan membayangkan seperti apa wajahnya, seperti apa senyumnya. Rasa penasaran ini terpatri dalam sosok misterius itu, seorang ikhwan yang hanya dapat di lihat di waktu pagi hari di atas sajadah yang slalu ia gunakan dan hanya pemandangan punggungnya yg slalu ia tunjukkan. Imajinasiku t'lah tertuju pada satu hal, siapa akhowat yang beruntung mendapatkan ikhwan sepertinya? Ikhwan yang slalu menyempatkan diri untuk mengadu pada Sang Maha Cinta disaat yang lain sibuk dengan rutinitas mereka. Siapa akhowat yang menjadi motivasi dalam hidupnya? Sesempurna apa wanita itu?? Kisah ini berawal dari rasa penasaranku pada seorang ikhwan yang slalu aku temukan dirinya di dalam mushollah kampus ketika waktu dhuha, pada waktu matahari mulai menunjukkan cayaha tajamnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • MerindukanMu, ya Allah.
  • Jannah.
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Assalamualaikum Imamku
  • HAUQALAH CINTA (TAMAT)

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines