Kusut
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 14, 2020
Masalah yang dihadapi Syifa bagaikan benang kusut, yang tidak Syifa ketahui ujung pangkalnya. Satu persatu yang mengisi hidupnya melenggang begitu saja, membiarkan Syifa dengan segenggam benang kusut di tangan. Hingga, seseorang hadir, menawarkan diri agar mengurai benang tersebut bersama-sama. Namun sebuah fakta datang dan mengejutkan Syifa. Ia dilanda kebingungan. Akankah benang yang ada digenggaman Syifa bisa terurai? Atau justru, Syifa harus pasrah dan menyerah membiarkan gumpalan benang tersebut jatuh terkulai?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FINALLY! : We Can be Together!
  • Keysha
  • DRABIA [END]
  • About Dheandra ✔
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Aku, Kau, dan Dia (Completed)
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • EPIPHANY
  • U are
  • Promise

"Kenapa ga dari dulu aja yakan Sey?" Ujar Galang sembari menggenggam erat tangan Seyra yang sedari dulu selalu ingin dia genggam. "Iya ya Lang, kenapa ga dari aja dulu ya?" Ucap Seyra tidak berhenti tersenyum yang lama kelamaan membuat wajahnya menjadi merah salah tingkah karena genggaman tangan Galang yang sangat erat. Berlatar belakang suasana pantai yang tenang juga pasir pantai yang berwarna putih tempat favorit Seyra. Akhirnya mereka bisa bersama setelah butuh waktu yang lama untuk menyadari bahwa ternyata selama ini mereka saling cinta. Benci menjadi cinta mungkin sudah biasa, namun benci menjadi cinta kali ini berbeda dari biasanya. Banyak sumpah yang Seyra Latifa Atmaja langgar hanya demi mendapatkan sang musuh bebuyutan Galang Caesar Radhika. Sama halnya dengan Galang yang juga banyak melanggar sumpah demi mendapatkan Seyra. Bukan sekedar kisah cinta yang mula benci menjadi rindu. Hanya karena hubungan yang bernama pertemanan membuat mereka tidak menyadari rasa yang mereka punya bahkan saat menyadari rasanya pun masih enggan untuk menerimanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines