Take It (Astronomi )

Take It (Astronomi )

  • WpView
    LECTURAS 81
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, abr 9, 2016
WpInfo
Ficción
Ciencia Ficción
Etiquetasastronomi
BAB 1 (Awal dari Sebuah Impian) "Tolong...Tolong.. aku tersesat" Teriakkan minta tolongku tidak terdengar oleh siapapun, mencari jalan keluar dengan berlari dan berteriak tidak membuahkan hasil. Usahaku yang terlihat sungguh -sungguh itupun berakhir sia-sia saat salah satu kaki ku menyentuh lantai, dan semakin lama memberontak aku semakin terjatuh. Menyebabkan semua badanku berada dibawah, akupun terbangun dari mimpi yang membingungkan itu. Semua ketakutan yang membelenggu itu, ternyata hanyalah mimpi yang tak berujung. Aku sangat berharap tidak akan pernah bermimpi seperti itu lagi, dan aku juga berharap mimpi itu tidak akan terjadi padaku didunia nyata. Malam itu angin mulai berhembus berhamburan, menyisiri seluruh pelosok diperumahan kecilku yang tak seberapa luasnya. Beberapa kali atap rumahku berdencit akibat dentumannya yang keras, mataku yang terbuka lebar tak dapat aku pungkiri bahwa saat itu aku benar-benar tidak ingin tertidur.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • tumbal gadis perwan
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Sin-yuka Imperio
  • Dalam Diam | Hiatus
  • CINTA YANG BERBEDA
  • Ecosillia
  • Velmora Selphine
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja

mengungkap misteri yg berada di perkebunan cengkeh setelah di rasa sudah agak jauh dari lokasi tadi , serentak kami berdua menghentikan langkah kami , dan mencoba menarik napas yg tersenggal senggal " terus cantik ga tuh sosok yg gendal gendul Dit ?" " ihhh amit amit jabang babu . najis gue kalau di tampakin lagi , walau pun itu nya gendal gendul ,," seketika terdengar letusan tembakan ,, dan aku melihat ADit tersungkur ke tanah , aku berteriak memanggil nama nya , "Ditn ya allah.." " Ay kamu lari cepet , dengan suara parau ADit menyuruh ku tuk pergi " " cepat pergi, aku ga apa apa, kurasa ini tembakan bius saja " " engga Dit, kita harus pergi bersama bangun cepet, " " pergi ay sekarang " " tapi Dit " " dengerin aku kamu cari bantuan, kamu harus selamat Aisyah " " Ditn..... ADit bangunn ", sektika ADit pun tak sadarkan diri ,, "tunggu aku Dit, aku kan cari bantuan dulu ", dengan terpaksa aku meninggal kan dia yg terbaring ta sadarkan diri , aku berlari menuju ke arah perkebunan,,

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido