Pardon me, Handsome!

Pardon me, Handsome!

  • WpView
    Membaca 684
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadLengkap Jum, Jun 3, 2016
WpInfo
Fiksi
Romansa
Oke, dari mana kita mulai kisah gue yang satu ini? Hmm.. mungkin dari.. Pada suatu hari. Ah, tunggu! Basi banget awalnya dan gue lagi nggak bikin kisah ribuan tahun lalu. So, mari kita cari kalimat lain yang lebih kekinian, 'kay? Atau gini aja deh. Elo pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta? OH, jangan gue tanya begitu ya. Semua orang pernah merasakannya. Am I right? Dan di sinilah gue yang sedang jatuh kepada cinta, kalau menatap seorang cowok dengan perasaan berdesir bisa dibilang jatuh cinta sih. Gue emang tolol dengan menyebut diri gue sendiri sebagai pacar seorang cowok yang kerennya ngelebihin Al Ghazali, dalam khayalan gue maksudnya. Gue bisa bilang kalau cerita gue kali ini banyak galau, seneng, sedih, marah, dan perasaan apapun lah. So, selamat membaca cerita gue!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#337
light
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kamu [SELESAI]✔
  • I'm (Not) Allow to Love You // 널 사랑할 수 없(있)어
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Cahaya Dirimu
  • cinta datang terlambat (Serial My Love Story 2)
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Seventy Eight Pages ✔
  • Cempaka Terakhir ✔
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  •  CLARLEX

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan