Gulungan Puisi Lecek

Gulungan Puisi Lecek

  • WpView
    Reads 132
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 22, 2018
Bilakah sempat terbaca, bacalah Bilakah sempat terlihat, lihatlah Bilakah sempat terasa, rasalah Bilakah sempat terhanyut, hanyutlah Biarkan mulutmu bergumam Biarkan matamu berkedip Biarkan hatimu berderu Biarkan dirimu terbawa alunan perasaan yang bergelombang membentuk sebuah kusut Kusut kertas menguning yang sangat menggoda untuk dieja • • • • • Adonan puisi yang masih belum kecampur. Belum rata dan belum sempurna. Hanya karangan angan yang dicipta oleh seorang manusia mager macam saya. Senggang waktu dan kesempatan membaca yang kalian beri, saya sangat ber-terimakasih. One of all, all of me, me of everyone, everyone for us. Dari kita, oleh kita, untuk kita. Katsu! :v 06 April 2016. (Berkas lama-tanpa perubahan-dan berkas lainnya yang menjadi tambahan penebal) s t a r s w o o d o l d © 2016
All Rights Reserved
#663
aksara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembut Seperti Doa
  • Coretan Rindu
  • Hujan [ PUISI ] ✔️
  • Menanti dalam istiqomah
  • Catatan hujan - "Quote&Poetry"
  • Andai bisa
  • Tentang Hujan Sore Tadi
  • Balada Syair Sunyi
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan

> "Ini bukan tentang cinta yang penuh drama, tapi tentang tenangnya mencintai seorang perempuan yang membuat dunia serasa melambat, setiap kali ia tersenyum. Tentang lelaki biasa, yang jatuh hati bukan karena ingin memiliki, tapi karena ingin menjaga cara Tuhan menciptakan kelembutan." > Dalam buku ini, kamu akan diajak masuk ke hati yang sedang mencintai, tidak dengan gegap gempita, tapi dengan rasa yang diam-diam tumbuh, mengakar dalam, dan tidak pernah ingin pergi. > Ini kisah tentang mencintai seorang wanita yang begitu cantik dan lemah lembut- hingga dunia terasa lebih indah hanya karena ia ada. --- --- Quotes Pembuka "Cinta bukan hanya soal memiliki, tetapi tentang mendoakan dalam diam, menjaga dalam jauh, dan mencintai dalam segala bentuk keheningan." --- Dedikasi Untuk perempuan yang kusebut dalam setiap doaku, yang membuat malamku bersinar lebih lembut, dan hidupku terasa lebih utuh --- Ucapan Terima Kasih Aku ingin berterima kasih kepada Tuhan, yang menghadirkan cinta seindah ini ke dalam hidupku. Untuk perempuan yang menjadi alasan mengapa setiap kata lahir dari ketulusan: kau adalah hujan paling syahdu yang pernah aku doakan. Terima kasih juga untuk diriku sendiri, yang mau tetap percaya pada kekuatan cinta, bahkan di saat dunia terasa sunyi. Untuk kamu yang membaca buku ini - semoga hatimu merasakan hangatnya cinta yang tak harus sempurna untuk disebut abadi. --- Tentang Penulis seorang penulis yang percaya bahwa kata-kata bisa menjadi rumah bagi perasaan yang paling sunyi. Melalui setiap huruf dan kalimat, ia mencoba mengabadikan rasa rindu, bahagia, dan harapan yang seringkali sulit diucapkan. "Lembut Seperti Doa" adalah karya yang lahir dari perjalanan hatinya - sebuah surat cinta untuk seseorang yang ia kagumi dengan segenap jiwa. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines