Finger (It is your turn!)

Finger (It is your turn!)

  • WpView
    LECTURAS 2,104
  • WpVote
    Votos 710
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 10, 2019
WpInfo
Ficción
Misterio
Akun anonim yang terus meneror pengguna sosial media semakin membuat kekacauan. Segala ancaman, hinaan, di lontarkan oleh akun-akun anonim tersebut. Komentar jahat tidak henti-hentinya meneror orang yang terpilih menjadi targetnya. Mereka tidak akan pernah berhenti, jika mereka belum merasa puas. Dahulu kala ada pepatah yang mengatakan "Mulutmu harimaumu". Namun kini telah berubah menjadi "Jarimu harimaumu". Berhati-hatilah dengan kalian pengguna sosial media. Ini sebuah peringatan, karena siapa tahu setelah ini giliranmu! ©NaaRubby_ ~Finger~
Todos los derechos reservados
#15
cybercrime
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • TARTARUS (END)
  • Keep Silent! (ON GOING!)
  • Jibaku Shounen Hanako-kun × Oc!Original
  • Cinta Sang Prajurit (END)

📖 𝗦𝗶𝗻𝗼𝗽𝘀𝗶𝘀 Satu kecelakaan... Lima sahabat... Dan sebuah rahasia yang seharusnya terkubur selamanya. Citra meninggal tragis dalam kecelakaan saat perjalanan sekolah. Semua orang bilang itu murni musibah. Tapi empat sahabat yang ditinggalkannya - Naya, Raka, Maya, dan Dion - tahu kenyataan tidak sesederhana itu. Empat puluh hari setelah kepergian Citra, akun media sosialnya tiba-tiba aktif kembali. Pesan-pesan misterius mulai masuk ke HP mereka, membongkar rahasia lama yang selama ini mereka pendam. Foto-foto yang tak pernah mereka ambil muncul. Suara-suara dari masa lalu terdengar kembali. Dan yang paling mengerikan: catatan harian Citra ditemukan di dalam loker sekolah - meski sudah dikuburkan bersama jasadnya. Satu per satu, mereka mulai kehilangan kendali. Rasa bersalah berubah menjadi teror. Persahabatan diuji. Kepercayaan terkikis. Dan ketika satu dari mereka menghilang tanpa jejak, sisanya harus memilih: menghadapi masa lalu... atau dikubur bersamanya. "𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘵𝘪? 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪." ---

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido