Flower Series [Coming Soon]

Flower Series [Coming Soon]

  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 7, 2016
Against a dark sky all flowers look like fireworks. There is something strange about them, at once vivid and secret, like flowers traced in fire in the phantasmal garden of a witch. ~G.K. Chesterton, Alarms and Discursions, "The Glory of Grey" Flower Series menceritakan kisah kasih dua insan keturunan Adam dan Hawa. Seperti halnya bunga yang memiki makna, hidup juga begitu. Lewat bungalah semuanya di ungkapkan, melalui maknanya. Berikut adalah serinya : 1. Daffodil : "Teruntuk Sunny, matahari yang menyinari hatiku." 2. Stock : "Kau akan selamanya indah bagiku." 3. Hydrangea : "Terima kasih sudah memahamiku." 4. Lily : "Kau telah membuat hidupku Sempurna." 5. Sweet Pea : "Terima kasih atas waktu yang menyenangkan." 6. Cattleya : "I want to be the last for you." 7. Cactus's Love : "When the heart is not as strong as Cactus." [Coming soon after "Pink and Blue" finished.]
All Rights Reserved
#7
flowerseries
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [√] Memorabilia
  • Sanskara Sky [END]
  • Sweet Enemy - Grey Morning [ colorful of love ] NOVEL EDITION
  • LATE BLOOM
  • HIM (Amethyst Florist Series 1) (COMPLETE)
  • 𝐓𝐀𝐂𝐄𝐍𝐃𝐀 - 𝐑𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐚
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

Kisah singkat ini berisi beberapa cerita pendek yang menghadirkan kenangan-kenangan masa lalu pun masa kecil yang mungkin mulai terlupakan. Kamu bisa membacanya di malam yang dingin dengan ditemani secangkir susu hangat dan cookies sebagai pemanis dan hidangan penutup hari ini. *:..。o○𝓢𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝓜𝓮𝓶𝓫𝓪𝓬𝓪○o。..:* Aku melihatmu yang tengah duduk di bawah langit biru siang itu. Pakaianmu yang berantakan tetap tak mampu menutupi wajah indahmu yang terkena terpaan sinar matahari. Aku menghampirimu, lantas duduk di sebelahmu. Kamu menangis. "Apa yang harus kulakukan?" tanyamu, masih dengan isak tangis yang kian lama kian menyayat hati kecilku. "Bantu aku..." kamu menggenggam tanganku erat. Menatapku dengan lekat. "Aku telah melupakan semua kenangan indah itu. Aku tak lagi bisa mengingatnya." Suaramu tercekat saat mengatakannya. Derai air matamu membasahi tanganku. Aku turut membawamu ke dalam dekapku. Aroma rambutmu yang seperti bunga peonie menyeruak masuk ke penghiduku. Aroma yang kusukai. "Baiklah... aku akan membantumu." Tanganku menyusuri surai legam milikmu yang terasa selembut sutra. "Aku akan membantumu mengingat semua kenangan indah itu... Memorabilia." [Cerita ini hadir untuk memenuhi UNBK yang diselenggarakan WGA sebagai syarat kelulusan menjadi alumnus] 𝘔𝘺 𝘧𝘢𝘷𝘰𝘳𝘪𝘵𝘦 𝘤𝘩𝘢𝘱𝘵𝘦𝘳 - 𝘌𝘷𝘢𝘯𝘦𝘴𝘤𝘦𝘯𝘵 - 𝘒𝘢𝘵𝘢𝘴𝘵𝘳𝘰𝘧𝘦 - 𝘉𝘭𝘢𝘤𝘬 𝘙𝘰𝘴𝘦

More details
WpActionLinkContent Guidelines