Story cover for Divide Love by AkuSunflower
Divide Love
  • WpView
    LECTURAS 8,665
  • WpVote
    Votos 616
  • WpPart
    Partes 9
  • WpView
    LECTURAS 8,665
  • WpVote
    Votos 616
  • WpPart
    Partes 9
Continúa, Has publicado abr 08, 2016
Jio geleng-geleng kepala, jelas terlihat dari matanya, ada sorot merendahkan tercetak jelas disana, "Gue udah punya pacar, dan lo tau itu."

Ritme jantung yang sebelumnya berdentum tak beraturan seakan dipaksa untuk berhenti. Gadis itu mengepalkan tangan menahan nyeri yang mulai menjalar. Ego mempermainkannya.

Dia tersenyum getir, "Aku siap jadi selingkuhan."

Senyum licik terangkai diwajah Jio. "Oke kita jadian."
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Divide Love a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Untitled 2017  [Ongoing] de Sandrialova
11 partes Continúa
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?
Aksara Lingga de Larisakuma08
59 partes Concluida
"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
AKSATA (SELESAI) cover
Untitled 2017  [Ongoing] cover
My Lecturer is My Husband cover
RAFIRA cover
Aksara Lingga cover
Imaginary Boyfriend cover
Bukan Sugar Daddy(end) cover
When Love Calls [END] cover
From Friends To Lovers cover

AKSATA (SELESAI)

33 partes Concluida

"Teo, Sava capek ish"keluh Alsava yang sedang membungkuk dengan kedua tangan yang bertumpu ke lutut. "Sava ga mau asma Sava kambuh, nanti Teo yang kesusahan" Lanjutnya. Teo yang mendengar itu hanya tersenyum dengan segera ia menghampiri Sava gadisnya, "Sava ga pernah ngerepotin Teo, jangan ngomong gitu Teo ga suka. Sini naik kepunggung Teo" Teo lalu membungkuk didepan gadis itu. Dengan senyum merekah Alsava melompat ke punggung Teo. "Siap Tuan putri, pesawat akan segera melepas landas" ~ "Sava ga boleh ninggalin Teo, kita ga akan terputuskan." Seru Teo parau, sambil membawa motor dengan kesetanan tidak peduli keselamatan, merasa mempunyai stok nyawa saja.a Dengan kecepatan maksimal sebuah truk dari arah kanan mengarah lurus kepada pemuda yang membawa motor itu dan... BRAK.. ~ Dan di sebuah UGD yang di tempati seorang gadis didalamnya sebuah alat EKG berbunyi dengan sangat keras hingga memekakkan telinga.